Suara.com - Laurin Ulrich, pesepak bola muda berbakat asal Jerman yang memiliki garis pemain keturunan Indonesia, mulai menarik perhatian pencinta sepak bola nasional. Gelandang serang berusia 20 tahun ini tampil menonjol bersama Stuttgart II di kompetisi kasta ketiga Liga Jerman. Dalam pertandingan terbarunya, Ulrich sukses menyumbang dua assist saat timnya bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Unterhaching.
Performa Ulrich di musim ini tergolong impresif. Dari 13 pertandingan bersama Stuttgart II, ia telah mencatatkan tujuh assist dan mencetak tiga gol. Statistik ini menunjukkan kontribusi aktifnya dalam skema permainan tim, terutama dalam hal membangun serangan dan menciptakan peluang. Sebagai gelandang serang, gaya permainannya disebut-sebut memiliki kemiripan dengan bintang muda Indonesia, Marselino Ferdinan.
Kabar mengenai kemungkinan Ulrich membela Timnas Indonesia pertama kali mencuat melalui unggahan akun sepak bola @futboll.indonesiaa di Instagram pada awal April 2025. Disebutkan bahwa pemain muda tersebut memiliki darah Indonesia yang diturunkan dari kakek pihak ayahnya yang berasal dari Surabaya. Informasi ini kemudian dikonfirmasi lebih lanjut oleh pengamat sepak bola diaspora, Yussa Nugraha.
Menurut penelusuran lebih mendalam, kakek Laurin Ulrich diketahui lahir di Surabaya pada tahun 1941, sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya. Setelah beberapa waktu tinggal di Indonesia, sang kakek pindah ke Belanda, sebelum akhirnya menetap di Jerman dan membentuk keluarga di sana. Laurin sendiri lahir pada tahun 2005 dan besar di Jerman, namun jejak keturunan Indonesianya tetap melekat kuat.
Langkah serius pun dilakukan oleh federasi sepak bola Indonesia (PSSI). Melalui Fardy Bachdim—agen khusus yang selama ini menjalin komunikasi dengan para pemain keturunan di Eropa—upaya pendekatan terhadap Laurin telah dimulai. Kontak juga telah dijalin langsung dengan ayah Laurin, membuka peluang lebih besar untuk proses naturalisasi dan kemungkinan membela Garuda di pentas internasional.
Status kelayakan Ulrich untuk membela Timnas Indonesia juga dinilai sudah memenuhi syarat dari segi regulasi FIFA. Dengan adanya darah keturunan langsung dari kakek, serta belum pernah bermain di timnas senior Jerman, Ulrich dianggap memiliki potensi besar untuk segera direkrut ke skuad Garuda jika semua proses berjalan lancar.
Nilai pasar Ulrich saat ini diperkirakan mencapai 1 juta euro atau sekitar Rp17,38 miliar menurut situs Transfermarkt. Angka ini mencerminkan kualitas dan potensi masa depan yang dimiliki pemain muda tersebut. Jika berhasil direkrut, Ulrich bisa menjadi tambahan penting bagi lini tengah Indonesia, yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Tren rekrutmen pemain keturunan memang menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSSI dalam memperkuat tim nasional. Beberapa nama seperti Sandy Walsh, Jordi Amat, hingga Ivar Jenner telah membuktikan manfaat dari strategi ini. Jika Laurin Ulrich bergabung, maka Indonesia akan kembali mendapatkan tambahan pemain berkualitas yang dibesarkan di sistem sepak bola Eropa.
Melihat rekam jejaknya yang konsisten dan gaya bermain yang dinamis, kehadiran Ulrich bisa menjadi aset berharga bagi Indonesia, khususnya menjelang ajang-ajang besar seperti Kualifikasi Piala Asia atau Piala AFF mendatang. Dengan usianya yang masih muda dan pengalaman bermain di kompetisi profesional Jerman, harapan publik Tanah Air untuk melihat pemain ini mengenakan jersey merah putih kian menguat.
Baca Juga: Sering Cedera, Mees Hilgers Dijuluki Manusia Kaca di Liga Eropa
Jika proses administrasi dan pendekatan berjalan mulus, bukan tak mungkin nama Laurin Ulrich akan segera menjadi bagian dari daftar skuad Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Harapan besar kini tertuju padanya sebagai salah satu calon bintang masa depan sepak bola nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!