Suara.com - Mantan anak buah Shin Tae-yong (STY) saat menukangi Timnas Indonesia yaitu Nova Arianto, bongkar kapan Timnas U-17 mulai persiapan berlaga di Piala Dunia U-17 2025. Rencananya, Evandra Florasta dan kawan-kawan bakal dikumpulkan lagi pada Juli mendatang.
Timnas Indonesia U-17 baru saja menyelesaikan perjuangannya di Piala Asia U-17 2025. Skuad Garuda Muda terhenti di babak perempat final usai dikalahkan Korea Utara dengan skor 6-0.
Meski begitu, Tim Merah Putih berhak mendapat tiket tampil di Piala Dunia U-17 2025 karena lolos ke babak delapan besar Piala Asia U-17 2025.
Garuda Muda melaju setelah menjadi juara Grup C di babak penyisihan Grup. Timnas Indonesia U-17 mengemas 9 poin usai mengalahkan Korea Selatan (1-0), Yaman (4-1), dan Afghanistan (2-0).
Mengingat tantangan selanjutnya adalah Piala Dunia U-17, tentu persiapan yang dilakukan harus lebih giat lagi. Sebab, lawan-lawan yang akan dihadapi tentunya jauh lebih kuat dari saat Piala Asia U-17.
Untuk sementara waktu Nova Arianto bubarkan timnya terlebih dahulu lantaran tak ada agenda. Sementara Nova dan tim kepelatihan lainnya akan menyusun road-map alias peta jalan menuju kejuaraan dunia.
Setidaknya dua bulan pemain akan diliburkan. Baru setelah itu Zahaby Gholy dan kawan-kawan bakal dikumpulkan lagi untuk menggelar training cap (TC).
"Setelah kita melalui Piala Asia kemarin, pemain akan libur dahulu. Rencana kita akan libur sekitar dua bulan," kata Nova Arianto kepada awak media.
Piala Dunia U-17 2025, yang akan digelar di Qatar pada 3-27 November mendatang. Nova Arianto sadar betul kejuaraan ini tidak mudah buat anak asuhannya.
Baca Juga: Asisten Pelatih Timnas Indonesia Jadi Analis Pertandingan Man United vs Lyon
"Sambil menunggu setelah ini kita akan laporkan roadmap kami menuju ke Piala Dunia dan kita lihat kapan kita akan mulai. Tetapi kalau sesuai dengan roadmap, kita akan mulai di bulan Juli ya, kita mulai latihan," ungkap Nova.
Lebih dari itu Nova bersyukur anak asuhannya bisa belajar dari laga di Piala Asia U-17. Ini juga jadi modal untuk Piala Dunia U-17 nanti.
"Yang pasti ini sangat luar biasa buat pemain, sekali lagi pemain bisa merasakan di Pesta terbesar di Asia. Sepak bola di Asia pastinya berbeda dengan AFF, berbeda dengan kualifikasi," ia menambahkan.
"Saya lihat pemain belajar sangat banyak di sini secara mental, secara skill, termasuk masalah skill individu pemain yang saya lihat sangat-sangat berkembang. Dan harapannya mereka bisa belajar banyak di Piala Asia ini dan kita bisa siap di Piala Dunia nanti," pungkasnya.
Nantinya, ke-48 peserta Piala Dunia U-17 2025 akan dibagi ke dalam 12 grup. Masing-masing grup akan berisi empat kesebelasan dari berbagai konfederasi. Juara, runner-up grup, dan delapan peringkat tiga terbaik bakal lolos ke babak gugur Piala Dunia U-17 2025.
Fase gugur Piala Dunia U-17 2025 juga melibatkan banyak tim. Itu akan dimulai dari babak 32 besar, 16 besar, perempat final, semifi final, perebutan tempat ketiga, dan final.
Sampai dengan saat ini, FIFA belum melakukan drawing Piala Dunia U-17 2025. Yang pasti, Timnas Indonesia U-17 akan berada di grup negara siapapun lawannya nanti.
Sebab, FIFA akan membagi tim-tim ke dalam grup dengan beberapa ketentuan. Sistem unggulan, pengundian secara terbuka dengan mempertimbangkan faktor geografis dan olahraga juga jadi bahan pertimbangan.
Selain itu, FIFA juga belum merilis jadwal resmi Piala Dunia U-17 2025. Sekadar informasi, juara bertahan turnamen bergengsi kelompok umur ini adalah Jerman.
Berita Terkait
-
Asnawi Mangkualam Dipanggil ASEAN All Stars, Bakal Dicoret Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia?
-
Timnas Indonesia Diterpa Mimpi Buruk, Jumlah Pemain Absen Bisa Bertambah Jelang Lawan China
-
Isyarat Nova Arianto Enggan Gantikan Gerald Vanenburg Pimpin Timnas Indonesia di SEA Games
-
Syarat agar Venezia Tidak Degradasi dari Serie A Italia Musim Ini, Butuh 11 Poin Lagi
-
Alex Pastoor Pantau Langsung MU vs Lyon, Jumpa Sosok Penting Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey