Suara.com - Asnawi Mangkualam kembali menjadi sorotan setelah terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam skuad ASEAN All-Stars yang akan menghadapi Manchester United dalam laga ekshibisi bergengsi.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam laga tersebut, Indonesia mengirimkan dua pemain andalan, yakni Asnawi Mangkualam dan Muhammad Ferrari, untuk mewakili Tanah Air. Menariknya, keduanya bukan bagian dari skuad utama Timnas Indonesia yang tengah bersiap menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
PSSI memutuskan tidak mengikutsertakan pemain dari skuad inti timnas karena padatnya jadwal pertandingan.
Terlebih lagi, pada bulan Juni nanti, Indonesia dijadwalkan akan melawan dua tim kuat, China (5 Juni) dan Jepang (10 Juni). Dengan dua laga penting tersebut, kondisi fisik dan kebugaran pemain utama menjadi prioritas yang tidak bisa dikompromikan.
Meski begitu, pemilihan Asnawi untuk tampil di laga melawan raksasa Premier League seperti Manchester United bukan tanpa alasan. Bek kanan berusia 25 tahun ini memang dikenal sebagai pemain yang konsisten dan pekerja keras.
Saat ini, Asnawi tengah menjalani musim keduanya bersama klub Thailand, Port FC, dan berhasil menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.
Pada musim perdananya (2023–2024), Asnawi mencatatkan 12 penampilan dan satu assist. Namun, di musim keduanya (2024–2025), performa mantan pemain PSM Makassar itu jauh lebih impresif.
Ia telah tampil dalam 27 pertandingan, mencetak satu gol dan satu assist, serta mencatatkan total 1.873 menit bermain. Tak hanya itu, ia juga dipercaya sebagai starter dalam banyak laga dan berperan penting dalam skema permainan Port FC.
Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah AFF Cup U-23 2025, Jadi Peluang Kembali Raih Juara?
Kehadirannya dalam skuad ASEAN All-Stars tentu bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bagian dari upaya menunjukkan kekuatan dan potensi pemain-pemain Asia Tenggara.
Apalagi, laga melawan Manchester United dipastikan akan menyedot perhatian besar dari media dan fans sepak bola se-Asia.
Selain itu, pertandingan ini juga membuka peluang untuk reuni antara Asnawi dan Alejandro Garnacho, pemain muda Manchester United yang sempat bertemu Asnawi di laga FIFA Matchday pada 2022 silam.
Kala itu, Indonesia menjamu Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), dan meski kalah 0-2, penampilan Asnawi cukup mencuri perhatian karena kedisiplinannya menjaga lini pertahanan.
Pertemuan melawan Garnacho dan skuad Manchester United nanti tentu menjadi laga yang penuh tantangan, tetapi juga menjadi kesempatan langka bagi pemain seperti Asnawi untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan klub kelas dunia.
Dengan pengalaman dan mentalitas kuat yang dimiliki Asnawi, kehadirannya di laga ini bisa menjadi salah satu kunci permainan ASEAN All-Stars.
Berita Terkait
-
Indonesia Tuan Rumah AFF Cup U-23 2025, Jadi Peluang Kembali Raih Juara?
-
Sandy Walsh Bongkar Alasan Timnas Indonesia Jago Kandang di Stadion GBK
-
Timnas Indonesia vs China: Kevin Diks Bakal Duel Lawan Mantan Rekan Setim
-
Timnas Indonesia U-17 Tampil Beruntun di 2 Edisi Piala Dunia, PSSI Ingin Lebih
-
Berkah Dipecat PSSI, Shin Tae-yong Banjir Job di Korsel
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan