Sebagai direktur non eksekutif, Shin Tae-yong memiliki tugas sebagai asisten dan berkontribusi pada pengembangan klub dan penguatan manajemen tim di bawah Jeon Kyung-jun.
Mendapat jabatan baru itu, apakah Shin Tae-yong punya kewenangan untuk merekrut pemain baru? Apakah Shin Tae-yong bisa rekrut pemain Timnas Indonesia ke Seongnam FC?
Jika melihat tugas seorang dirtek di sebuah klub, Shin Tae-yong seharusnya bisa memberikan rekomendasi kepada pelatih untuk datangkan pemain.
Tugas seorang dirtek di sebuah klub ialah merencanakan langkah strategis, pengembangan pemain, dan memastikan operasional tim berjalan sesuai visi dan misi klub.
Namun jabatan baru Shin Tae-yong sendiri hanya direktur non eksekutif. Itu artinya tugas dan wewenangnya cukup terbatas.
Besar kemungkinan, tugas yang dijalan oleh Shin Tae-yong di Seongnam FC tak jauh berbeda dengan kewajibanya sebagai wakil presiden KFA.
Sebelumnya, Presiden KFA, Chung Mong-gyu menunjuk eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sebagai wakil presiden KFA. Jabatan sama juga diberikan Chung kepada mantan pelatih Vietnam, Park Hang-seo.
Eks pelatih Vietnam, Park Hang-seo mendapat tanggung jawab untuk mendukung perkembangan tim nasional Korea dari tingkat junior hingga senior.
"Sedangkan pelatih Shin akan bertanggung jawab atas kerja sama eksternal," tulis media Korea, newdaily.co.kr.
Baca Juga: Persaingan Sengit! Kiper Jangkung Keturunan Surabaya Dikabarkan Siap Gabung Timnas Indonesia
Mendapat pekerjaan baru di mantan klub, Shin Tae-yong mengaku sangat senang. Menurut Shin, Seongnam FC merupakan klub yang tak pernah ia lupakan.
"Seongnam selalu menjadi tim yang tak terlupakan sejak saya masih menjadi pemain. Melihat sejarah klub saya rasa klub ini tidak cocok dengan posisi sekarang,"
"Berdasarkan pengalaman saya sejauh ini, saya akan memainkan peran yang dapat membantu klub dan para pemain sehingga Seongnam dapat promosi dan kembali ke posisi semula," ujarnya.
Berita Terkait
-
Persaingan Sengit! Kiper Jangkung Keturunan Surabaya Dikabarkan Siap Gabung Timnas Indonesia
-
Pemain Keturunan Jawa Bertemu Patrick Kluivert, Akhirnya Gabung Timnas Indonesia?
-
Bertemu Patrick Kluivert, Pascal Struijk Jadi Pemain Timnas Indonesia Termahal Jika Dinaturalisasi
-
Pernah Menolak, 3 Pertanda Pascal Struijk Segera Gabung Timnas Indonesia
-
Tak Akui Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Sebut Vietnam Tim Terbaik ASEAN
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti