“Jadi selalu menyenangkan, selalu kacau, dalam cara yang baik.”
Tak hanya mengenang, Joey mengungkap bahwa sebagian besar keluarganya masih menjalin hubungan erat dengan tanah leluhur mereka.
Bahkan, saat ini adiknya sedang berada di Maluku untuk menikah di sana, dalam sebuah upacara yang dihadiri keluarga besar dari Indonesia.
“Tidak banyak, tetapi adikku ada di sana saat ini. Dia akan menikah di sana. Jadi cerita yang bagus,” tuturnya.
Menurut Joey, semua momen ini terasa begitu spesial, terutama karena bertepatan dengan debutnya di Timnas Indonesia.
Ia merasakan ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia, terlebih dengan adanya peristiwa keluarga yang terjadi di tanah kelahiran leluhurnya.
“Jadi ya, kami punya keterikatan tersendiri terutama dalam minggu-minggu dan bulan-bulan ini dengan debut saya sekarang dan saudara laki-laki saya yang berada di sana selama enam minggu, kami memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan negara ini,” ujarnya.
Kini, dengan seragam Garuda di dada, Joey Pelupessy tak hanya membela tim nasional di atas lapangan, tetapi juga membawa kembali kisah diaspora Maluku yang melintasi samudra, dan kembali berakar di tempat asalnya.
Profil Joey Pelupessy
Baca Juga: Intip Persiapan China Jelang Lawan Timnas Indonesia: TC di Kota Atas Laut
Joey Pelupessy lahir di Nijverdal, Belanda, pada 15 Mei 1993.
Gelandang 31 tahun ini memulai karier profesionalnya di FC Twente, kemudian dikenal luas saat menjadi kapten Heracles Almelo di Eredivisie.
Kepemimpinannya yang tenang dan gaya bermain disiplin menjadikannya andalan di lini tengah.
Pada 2018, ia sempat merantau ke Inggris dan bermain untuk Sheffield Wednesday di Championship.
Di klub tersebut, ia juga dipercaya sebagai kapten—sebuah bukti kemampuan komunikasinya yang baik, bahkan dalam lingkungan multinasional.
Kini, ia memperkuat klub Belgia, Lommel SK, dan akhirnya memilih membela timnas Indonesia di usia 31 tahun.
Meski tak muda lagi, kehadiran Pelupessy memberi kestabilan di lini tengah skuad Garuda.
Berita Terkait
-
Jay Idzes: Fokus Saya Selamatkan Venezia
-
Tingginya Cuma Beda 2 Cm, Pemain Keturunan Jakarta Bisa Gantikan Elkan Baggott di Timnas Indonesia
-
Egy Maulana Vikri Bikin Gol Spektakuler Kecoh 3 Pemain di Laga Dewa United vs Malut United
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Juara di Klubnya Seperti Dean James
-
2 Pemain Timnas Indonesia yang Pernah Lawan Cristiano Ronaldo, Sandy Walsh Segera Nyusul
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?