Suara.com - Kuala Lumpur City FC dikabarkan tengah bersiap mendatangkan pemain keturunan Timnas Indonesia untuk menghadapi musim baru Liga Super Malaysia. Spekulasi soal siapa sosok yang dimaksud mulai menguat di kalangan pecinta sepak bola kawasan Asia Tenggara. Nama Nathan Tjoe-A-On menjadi salah satu yang paling santer disebut sebagai calon kuat.
Laporan ini pertama kali diungkap media Malaysia, Harian Metro, yang menyebut bahwa klub ibukota Malaysia tersebut sedang berupaya mendatangkan pemain berkualitas dari luar negeri.
Target utama mereka kali ini adalah pemain keturunan Indonesia yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di atas lapangan sekaligus mendongkrak popularitas klub.
"Tim KL City tengah menyusun rencana solid untuk musim baru. Saya dengar mereka sedang gencar mengupayakan mendatangkan pemain keturunan di Timnas Indonesia,” kata seorang sumber dilansir dari Harian Metro, Jumat (25/4/2025).
“Yang pasti pemain itu bukan pemain murahan, tapi punya kualitas dan bisa membantu KL City," sambung sumber itu kepada Harian Metro.
Sosok pemain yang dimaksud memang masih dirahasiakan. Namun berdasarkan analisa situasi terkini, Nathan Tjoe-A-On menjadi kandidat logis.
Saat ini, pemain belakang berusia 22 tahun tersebut kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di klubnya, Swansea City, yang berlaga di kompetisi Inggris.
Tidak hanya Nathan, beberapa pemain keturunan lain juga sedang berada dalam situasi yang memungkinkan untuk berpindah klub. Sandy Walsh, Ivar Jenner, dan Ragnar Oratmangoen termasuk di antaranya, mengingat mereka juga mengalami keterbatasan menit bermain bersama tim masing-masing.
Faktor ini membuat mereka masuk radar berbagai klub di luar negeri, termasuk di Liga Malaysia.
Baca Juga: Joey Pelupessy Curhat Punya Keluarga Besar Keturunan Maluku: Selalu Kacau
Selain masalah kesempatan bermain, ada juga pemain keturunan Indonesia yang masa kontraknya akan segera berakhir.
Rafael Struick yang membela Brisbane Roar di A-League, Elkan Baggott dari Ipswich Town, serta Shayne Pattynama yang berkarier di KAS Eupen, semuanya berada dalam posisi yang rentan untuk mencari tantangan baru.
Bagi klub seperti Kuala Lumpur City FC, kondisi ini menjadi peluang untuk merekrut pemain berpotensi tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar.
Lebih jauh, kehadiran pemain keturunan Indonesia di Liga Malaysia dinilai membawa keuntungan bukan hanya dari sisi teknis permainan, tetapi juga dari aspek komersial.
Tingginya jumlah warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di kawasan Lembah Klang membuat potensi pasar bagi klub-klub Malaysia semakin terbuka lebar.
Kehadiran pemain dengan latar belakang Timnas Indonesia diyakini mampu menarik massa suporter yang besar dan menambah daya tarik stadion saat laga berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Luas Biasa! 29 Ribu Bobotoh di GBLA Bikin Layvin Kurzawa Berasa di Rumah Sendiri
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata
-
Michael Carrick Tak Silau, Minta MU Tak Gegabah Angkat Dirinya Jadi Pelatih Tetap
-
Epstein Files Bongkar Cerita Lama Chelsea, Ada Skandal Apa Lagi?
-
Maarten Paes Gagal Debut di Ajax Akhir Pekan Ini, Ada Apa?
-
Tiket Liga Champions Jadi Penentu Masa Depan Carrick di Manchester United
-
Nasib Trent Alexander-Arnold: Suram di Real Madrid, Ditolak Pulang Liverpool
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Ketum Federasi Iran Singgung Militansi 16 Ribu Suporter Indonesia
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah