Suara.com - Media kenamaan Belanda membocorkan legenda Ajax, Simon Tahamata saat ini tengah mempertimbangkan 3 tawaran yang datang kepadanya. Apakah salah satunya dari Timnas Indonesia?
Nama Simon Tahamata pada periode Februari 2025 santer dikabarkan bakal jadi Dirtek Timnas Indonesia.
Selain sudah mengikuti akun Instagram Timnas Indonesia, ketum PSSI Erick Thohir, dan pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri, Simon juga kedapatan mengikuti sejumlah akun lain yang ada kedekatan dengan sepak bola Indonesia.
Simon Tahamata misalnya sudah mengikuti akun milik Fardy Bachdim. Seperti diketahui, Fardy ialah kakak kandung dari Irfan Bachdim.
Fardy juga dikenal sebagai sosok penting dibalik proses naturalisasi pemain Timnas Indonesia.
Selain Fardy Bachdim, Simon Tahamata juga kedapatan akun Instagram @wondergoalid, akun Instagram yang mengulas sepak bola Indonesia dan timnas.
Simon Tahamata juga mengikuti akun @futbol.indonesia. Legenda Ajax berdarah Ambon itu juga sudah mengikuti pemain keturunan Indonesia, Tristan Gooijer.
Simon juga pernah memberikan dukungan kepada program naturalisasi pemain di timnas Indonesia. Hal itu diungkapkan pada tahun 2010 silam.
Simon setuju dengan langkah PSSI untuk melakukan naturalisasi, tapi harus dilakukan bijaksana agar meningkatkan prestasi sepak bola Tanah Air di kancah internasional.
Baca Juga: Makian dan Pujian Alan Shearer untuk Calon Bek Timnas Indonesia Pascal Struijk
"Saya mendukung program naturalisasi dan banyak pemain asing keturunan Maluku juga bersedia untuk pulang kampung membela negaranya (Indonesia)," ucap Simon Tahamata dikutip dari Antara Maluku.
"Tapi hendaknya (naturalisasi) dilakukan dengan bijaksana dan melalui analisa dan pengkajian mendalam, sehingga berdampak besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia," imbuhnya.
Rumor itu sempat jadi bola panas namun seiring berjalannya waktu, kabar Simon Tahamata jadi dirtek Timnas Indonesia mereda.
Teranyar media Belanda, Voetbalprimeur.nl menyebut bahwa Simon Tahamata saat ini sedang mempertimbangkan tiga tawaran yang masuk kepadanya.
Apakah salah satunya jadi Dirtek Timnas Indonesia? Sayangnya media Belanda itu tidak menjelaskan detail tiga tawaran yang masuk ke Simon Tahamata.
"Saat ini, Tahamata tengah mempertimbangkan tiga tawaran konkret. Tetapi kerjasama dengan Ajax menjadi pilihan utamanya,"
"Tahamata terbuka untuk kembali, tetapi masih belum ada pendekatan resmi dari Ajax," sebut media Belanda itu.
Ya, Simon Tahamata sampai saat ini masih berharap bisa kembali ke Ajax Amsterdam.
"Ajax belum menghubungi Simon Tahamata tentang kemungkinan ia kembali ke klub. Manajemen Tahamata mengonfirmasi hal ini kepada VoetbalPrimeur ketika ditanya," ulas laporan media Belanda itu.
Namun kekinian kabarnya Ajax sudah melakukan komunikasi intens dengan Simon Tahamata. Simon diproyeksi untuk kembali melatih tim muda Ajax.
"Tahamata berharap kembali ke klub tetapi belum mendapat kabar apapun dari Ajax dan ia sudah menunggu selama setahun,"
Simon Tahamata yang Dekat dengan RMS
Simon Tahamata lahir di barak Vught, salah satu kamp yang dibuka oleh pemerintah Belanda untuk menampung orang-orang Maluku yang hijrah pasca aksi Republik Maluku Selatan atau RMS.
"Saya lahir di barak Vught. Ketika saya 5 tahun, keluargaku pindah ke kawasan Tiel, Diderik Vijghstraat, yang waktu itu merupakan pinggiran desa," kata Simon kepada salah satu media Belanda, AD.nl pada 11 Juni 2017.
Di luar kehebatannya sebagai pesepak bola, ada fakta yang tak bisa dipisahkan dari Simon Tahamata. Suka tidak suka, Simon menjadi salah satu pesepak bola di Belanda yang bersimpatik dengan gerakan RMS.
Simon menceritakan banyak faktor yang membuatnya bersimpatik pada gerakan yang dicap pemerintah Indonesia sebagai aksi makar. Salah satunya soal latar belakang sang ayah sebagai prajurit KNIL.
Ayah Simon bernama Lambert Tahamata dan ibunya bernama Octovina Leatemia.
"Ayah saya Lambert adalah prajurit KNIL. Lelaki yang sangat tegas. Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat manis. Ia mesin keluarga. Ada 12 anak di rumah kami," ungkap Simon.
Orang-orang Maluku yang pindah ke Belanda ini kemudian terus memperjuangkan eksistensi RMS di pengasingan. Simon mengakui bahwa ia mulai bersimpatik pada gerakan itu di usianya 19 tahun.
"Saya harus tunjukkan latar belakang Maluku saya pada 1977. Sebelumnya banyak orang mengira saya orang Suriname," ungkapnya.
"Saya merasa saya harus bersuara. Sejarah kita, nasib orang Maluku, masih belum atau hampir tidak disebutkan dalam buku sejarah Belanda. Ini adalah halaman gelap yang lebih baik ditinggalkan. Itulah sebabnya saya terus menceritakan kisah itu, bahkan 40 tahun kemudian," ujarnya.
Menariknya, Simon juga tak suka dengan aktivis-aktivis pro RMS yang kerap menggunakan kekerasan untuk suara mereka didengarkan. Menurutnya hal itu membuat orang tak berdosa menjadi korban.
"Sejumlah aktivis menggunakan kekerasan dan korban yang tidak bersalah terbunuh. Itu sangat buruk. Saya pun memahami betul bahwa para penyintas masa lalu itu kini kesulitan untuk didengarkan," ucapnya.
Lebih lanjut soaL gerakan RMS yang tetap berjuang untuk merdeka dari NKRI, Simon punya pandangan tersendiri. Terpenting bagi Simon ialah gerakan muda harus tahu sejarah dan jika ingin merdeka orang-orang Maluku harus punya kualitas dan kemampuan.
"Hanya Dia (Tuhan) yang tahu kapan impian RMS akan menjadi kenyataan. Saya harus tetap percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Meskipun aku mungkin tidak mengalaminya seumur hidupku. Untuk generasi ketiga dan keempat Maluku harus bisa memastikan bahwa mereka siap untuk menjadi negara. Jadi penting bagi mereka untuk dibesarkan dengan kualitas dan kemampuan bagus," ungkap Simon Tahamata.
Berita Terkait
-
Makian dan Pujian Alan Shearer untuk Calon Bek Timnas Indonesia Pascal Struijk
-
Dulu Remehkan Timnas Indonesia Kini Bakal Latih Pascal Struijk, Siapakah Dia?
-
Nasib Sial Klub Anyar Kevin Diks di Bundesliga: 3 Kekalahan Beruntun
-
Elkan Baggott Curi Perhatian di Laga Blackpool, Bakal Dipanggil Kluivert?
-
Oxford United Unggul 2-0, Ole Romeny Duduk Manis di Bangku Cadangan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Semifinal Liga Champions: Enrique Sesumbar Sebut PSG Lebih Baik dari Bayern Munich
-
Bukan Snapdragon, Ini Alasan Mulia MU Ganti Sponsor Lawan Brentford
-
MU Bungkam Brentford dan Jauhi Kejaran Rival, Carrick: Tak Perlu Dirayakan
-
Dikepung Lawan Berat, Milomir Seslija Ogah Grusa-grusu Bawa Persis Solo Hindari Degradasi
-
Setelah Ole Romeny, 2 Bintang Timnas Indonesia Ini Juga Terancam Degradasi
-
Michael Olise Dibidik Liverpool dan Real Madrid, Bayern Munich Beri Tanggapan
-
Marc Klok Bicara Kondisi dan Mental Persib Bandung usai Dua Kali Imbang
-
Demi Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Rela Korbankan Real Madrid?
-
Libas PSM Makassar, Bali United Raih 3 Kemenangan Beruntun
-
Bojan Hodak Pastikan Mental Persib Bandung Tetap Kuat Meski Poin Disamai Borneo FC