Suara.com - Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes mengakui suasana ruang ganti timnya, Venezia, terasa sulit setelah gagal menang atas Empoli pada Minggu, 20 April 2025 lalu. Kini, dia meminta rekan-rekannya untuk bangkit.
Venezia cuma bermain imbang 2-2 kontra Empoli meski sempat unggul 2-1. Hasil imbang ini sangat disayangkan karena Venezia terbukti kalah 0-2 dari AC Milan tujuh hari berselang.
"Suasana di ruang ganti agak sulit, Anda mencetak dua gol untuk mengejar ketertinggalan, beberapa detik setelah gol kedua kami kebobolan gol penyeimbang," kata Jay Idzes dikutip dari Tutto Venezia Sport, Selasa (29/4/2025).
"Beberapa orang kesal dan memang benar, Anda unggul dan kebobolan gol. Sekarang kami harus melihat ke depan bukan ke belakang."
Venezia masih berjuang keluar dari zona degradasi. Jay Idzes dan kawan-kawan untuk sementara menduduki urutan ke-18 di klasemen Serie A 2024/2025 saat musim menyisakan empat laga.
Tim berjuluk La Serenissima ini untuk sementara mengoleksi 25 poin dari 34 pertandingan, terpaut dua poin dari Lecce di peringkat ke-17 atau batas aman bertahan di Serie A.
Meski secara matematis masih berpeluang untuk bertahan di Serie A, tim asuhan Eusebio di Francesco akan menghadapi tantangan berat di empat laga hidup mati ke depan.
Mereka berturut-turut akan menghadapi tim-tim yang relatif kuat yakni Torino pada 3 Mei, Fiorentina pada 11 Mei, Cagliari pada 18 Mei dan Juventus di laga pamungkas pada 25 Mei 2025.
Jay Idzes Jadi Incaran Klub Besar
Baca Juga: Panggilan Mendesak! PSSI Minta Patrick Kluivert Segera ke Tanah Air, Ada Apa?
Di tengah perjuangan keras Venezia, Jay Idzes justru menarik perhatian sejumlah klub papan atas Serie A. Nama-nama besar seperti Torino, Genoa, hingga Inter Milan dikabarkan tertarik untuk mengamankan jasa bek berusia 24 tahun ini.
Dalam sebuah wawancara dengan DAZN, Idzes menyatakan kesiapannya untuk melangkah ke tantangan yang lebih besar.
"Jika ada kesempatan bergabung ke tim besar, tentu saya siap. Namun untuk saat ini, fokus saya adalah membantu Venezia bertahan di Serie A," tegasnya.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Inter Milan sudah mulai melakukan pendekatan dengan agen Idzes, Bilal Achenteh.
"Kami membangun kontak dengan beberapa klub, termasuk Inter Milan dan Atalanta," ungkap sang agen.
Bahkan, Inter dikabarkan telah mengirim pemandu bakat untuk memantau performa Jay Idzes secara langsung dalam pertandingan Venezia melawan Lecce.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Tepis Rumor Hengkang, Pep Guardiola Tegaskan Man City Kejar Treble Domestik
-
Jadwal 'Brutal' Tak Halangi Dewa United, Jan Olde Riekerink Puji Mental Banten Warriors
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
-
Inter Milan Juara! Cristian Chivu Dedikasikan Gelar Scudetto untuk Para Pendahulu
-
Hasil Super League: Hajar PSIM 1-0, Persib Bandung Perlebar Jarak dengan Borneo FC
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
-
Link Live Streaming Persijap Jepara vs Persija: Asa Macan Kemayoran Jaga Peluang Juara
-
Satu Tiket Promosi ke Super League Diperebutkan Persipura dan Adhyaksa FC, Catat Jadwalnya!
-
Skandal Pasporgate Dean James Bikin Panik KNVB, Eredivisie 2025/2026 Terancam Tak Selesai
-
Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Edisi Paling Cuan dalam Sejarah karena Ini