Suara.com - Paris Saint-Germain (PSG) akan dijamu Arsenal dalam leg pertama semifinal Liga Champions 2024/2025.
Kedua tim bakal bentrok di Emirates Stadium, London, Rabu (30/4/2025) pukul 02.00 WIB.
Menjelang laga semifinal leg pertama, PSG sudah mengamankan gelar juara Liga Prancis dan lolos ke final Piala Prancis.
PSG berhasil mencapai empat besar Liga Champions dengan menyingkirkan dua tim Inggris lainnya yaitu Liverpool dan Aston Villa.
Pada pertemuan di fase grup, Arsenal berhasil meraih kemenangan 2-0, pada Oktober tahun lalu.
Namun, pelatih PSG Luis Enrique menegaskan skuadnya adalah tim yang berbeda dibandingkan beberapa bulan terakhir.
"Kekalahan dari Arsenal itu tujuh atau delapan bulan lalu. Saya kembali melihat pertandingan itu. Kami tim yang jauh lebih baik sekarang," kata Enrique.
"Kami menjalani fase grup yang sangat intens dengan banyak pertandingan yang bisa saja menjadi final. Jadi saya pikir itu membuat segalanya menjadi sulit karena kami berada dalam posisi yang sulit, tetapi itu membuat kami jauh lebih kuat dan kami lebih komplet," tambahnya.
Enrique merasa Arsenal adalah “salah satu tim terbaik di Eropa”, dengan Mikel Arteta sebagai pelatihnya yang ia katakan telah bekerja dengan sangat baik meski sampai sejauh ini belum mampu mendapatkan gelar liga.
Baca Juga: PSG Gagal Unbeaten di Ligue 1 usai Sesumbar Rotasi Pemain Demi Hajar Arsenal
Mantan pelatih Barcelona itu mengatakan dengan kualitas Arsenal saat ini, laga nanti akan berjalan dengan intensitas tinggi.
"Ini akan sulit, karena kami akan menghadapi lawan yang tangguh dan akan ada banyak intensitas di lapangan. Kami tahu bahwa bermain di sini, di stadion ini, melawan tim ini, selalu sulit. Ini akan menjadi pertandingan yang hebat, itu sudah pasti," kata dia.
Pertemuan nanti adalah pertemuan kedua antara Arsenal dan PSG di Liga Champions musim ini. Pertemuan pertama kedua klub terjadi pada babak grup saat Mikel Odegaard dan kawan-kawan meraih kemenangan 2-0 di Emirates.
Ketika disinggung soal pertemuan itu, Enrique mengatakan saat ini Les Parisiens sudah "lebih baik" dari pertemuan yang terjadi pada Oktober tahun lalu tersebut.
"Perjalanan itu telah membantu kami, dan hari ini kami lebih baik dan kami merasa lebih kuat. Kami lebih lengkap, lebih percaya diri. Kami bertemu mereka lagi di semifinal, dan kami berharap bisa menulis sejarah," tutup dia.
Berikut ini tiga pemain PSG yang berpotensi memporak-porandakan lini belakang Arsenal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati