Elkan bukan kacang lupa kulit. Ia tak melupakan bagaimana Timnas Indonesia jadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Elkan pun bangga bisa membela Timnas Indoesia. Dari 22 match yang ia lakoni, Elkan sangat terkesan saat melawan Irak.
"Pertandingan melawan Irak di Piala Asia adalah pertandingan yang membuat saya tertekan, karena betapa penting," ucap Elkan.
Bagi Elkan laga Timnas Indonesia vs Irak sangat berarti untuknya.
Di sisi lain Elkan kemudian ungkap bagaimana platform media sosial bawa dampak buruk baginya.
Elkan Baggott akui setelah bertanding, hal pertama yang dilakukannya ialah membuka akun media sosial.
Hal itu dilakukannya semata hanya ingin tahu komentar netizen soal penampilan dirinya.
"Ini sebetulnya perilaku yang toxic. Syukurnya, saya buru-buru sadar dan akhirnya menghapus Twitter,” ucap Elkan Baggott.
Elkan menambahkan bahwa hal itu sebenarnya wajar dilakukan pesepak bola. Namun menjadi tidak bagus jika si pemain tidak bisa mengelola reaksi negatif dari netizen di sosial media.
Baca Juga: Persib Bisa Gigit Jari, Saddil Ramdani Dirayu Bintang Malaysia Main di Kompetisi Ini
"Namun, jika gagal main bagus, ini bisa sangat berpengaruh besar secara mental untuk dihadapi,” ungkapnya.
Elkan Baggott pun tegas mengatakan sebagai pemain profesional, ia harus bisa menjaga jarak dengan platform media sosial.
"Opini publik menjadi penting, bagaimana mereka menilai kita saat bertanding. Namun terpenting ialah menjaga jarak dengan media sosial," kata bek Timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Persib Bisa Gigit Jari, Saddil Ramdani Dirayu Bintang Malaysia Main di Kompetisi Ini
-
Ironi Sandy Walsh: Kian Terpinggirkan di Klub, Peluang di Timnas Indonesia Kecil?
-
Elkan Baggott Bangga Ceritakan Timnas Indonesia di Podcast Inggris
-
Selamat Tinggal 5 Pemain Abroad Timnas Indonesia, Mulai Sering Hangatkan Bangku Cadangan
-
Peringkat FIFA Calon Peserta Turnamen Tiga Negara antara Indonesia, Malaysia, dan Lebanon
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey