Suara.com - Chelsea berhasil memetik kemenangan penting atas Manchester United dalam laga lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Stamford Bridge, London, Jumat malam (16/5).
Pertandingan berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Hasil ini menjadi suntikan moral bagi Chelsea yang tengah memburu tiket ke Liga Champions musim depan.
Satu-satunya gol dalam laga ini dicetak oleh Marc Cucurella pada menit ke-71.
Pemain asal Spanyol itu memaksimalkan umpan tendangan bebas dari Reece James dan mencetak gol melalui sundulan tajam.
Gol tersebut tidak mampu diantisipasi kiper Manchester United, Andre Onana, sekaligus mengunci kemenangan penting bagi The Blues.
Chelsea tampil dominan sepanjang pertandingan, baik dari segi penguasaan bola maupun penciptaan peluang.
Namun, efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah.
Beberapa peluang emas gagal dimanfaatkan menjadi gol, termasuk tendangan Reece James di babak pertama yang hanya membentur tiang gawang.
Manchester United sebenarnya sempat mencetak gol lebih dulu pada menit ke-16 melalui Harry Maguire.
Baca Juga: Tanpa Wakil MU, Ini 8 Kandidat Pemain Terbaik Liga Inggris 2024/2025
Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit setelah pengecekan melalui teknologi VAR menunjukkan adanya posisi offside.
Keputusan itu membuat MU kehilangan momentum lebih awal untuk mengendalikan permainan.
Tekanan demi tekanan dilancarkan Chelsea sepanjang babak pertama.
Di menit ke-25, Reece James hampir membuka keunggulan setelah tendangannya menghantam tiang gawang.
Empat menit kemudian, Chelsea sempat mengklaim penalti setelah handball oleh Rasmus Hojlund, namun wasit Chris Kavanagh tidak menganggap itu sebagai pelanggaran.
Ketegangan terus berlangsung hingga akhirnya Stamford Bridge bersorak saat Cucurella sukses mencetak gol pembuka.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan hasil ini, Chelsea berhasil naik ke peringkat empat klasemen sementara Liga Inggris dengan total 66 poin.
Posisi ini membuka peluang besar bagi mereka untuk lolos ke kompetisi Liga Champions musim depan.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Manchester United harus rela tertahan di peringkat ke-16 dengan 39 poin, memperburuk posisi mereka di papan bawah klasemen.
Taktik dan Susunan Pemain
Dalam laga ini, pelatih Chelsea Enzo Maresca menurunkan formasi yang cukup menyerang dengan mengandalkan Cole Palmer dan Pedro Neto sebagai motor serangan.
Lini tengah diperkuat oleh Enzo Fernandez dan Moises Caicedo yang tampil solid menjaga ritme permainan.
Di sektor pertahanan, Marc Cucurella tampil cemerlang tidak hanya dalam bertahan, tapi juga ketika membantu serangan.
Ia menjadi penentu kemenangan melalui sundulan apiknya di menit ke-71.
Levi Colwill dan Tosin Adarabioyo juga tampil disiplin menjaga lini belakang dari gempuran MU.
Manchester United sendiri tampil tidak terlalu impresif. Pelatih Erik ten Hag mencoba menyusun kombinasi dengan menurunkan Mason Mount dan Bruno Fernandes di lini tengah, didukung oleh Rasmus Hojlund di depan.
Namun, permainan mereka cenderung terputus dan sulit menembus pertahanan kokoh The Blues.
Beberapa pergantian pemain dilakukan oleh kedua tim.
Chelsea memasukkan Romeo Lavia dan Malo Gusto di menit-menit akhir untuk menjaga keseimbangan permainan.
Sedangkan MU melakukan tiga pergantian sekaligus pada menit ke-70 dan 81, namun tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Performa dan Harapan Menuju Liga Champions
Chelsea kini hanya tinggal menjaga konsistensi performa di laga-laga sisa agar bisa mengamankan satu tempat di empat besar.
Performa mereka semakin membaik di bawah kepemimpinan Enzo Maresca yang perlahan mulai menemukan formula terbaik.
Sementara Manchester United harus segera berbenah jika tidak ingin terjerumus ke zona degradasi.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, hasil imbang atau kalah bisa menjadi mimpi buruk bagi tim yang biasanya bersaing di papan atas.
Situasi ini menjadi cerminan bagaimana persaingan Liga Inggris musim ini sangat ketat dan penuh kejutan.
Tim-tim besar yang sebelumnya mendominasi mulai goyah, dan klub-klub yang tampil solid seperti Chelsea kini mampu merangkak naik dan memberikan ancaman nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
3 Negara Kuat yang Absen di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Muhammad Albagir
-
Pelatih Belanda Kasih Tantangan untuk Ivar Jenner, Apa Itu?
-
Media Bulgaria Kagum dengan Permainan dan Mental Timnas Indonesia
-
Alasan Maarten Paes Lolos dari Polemik Paspor Tak Seperti Dean James Hingga Nathan Tjoe-A-On
-
Pelatih Belanda Angkat Topi dengan Penampilan Ivar Jenner Bersama Timnas Indonesia
-
Berpisah dengan John Herdman, Nova Arianto Mulai Blusukan Bentuk Timnas Indonesia U-20
-
Timnas Indonesia Disebut Calon Juara Piala AFF 2026 Usai Tampil Garang Lawan Bulgaria
-
Radja Nainggolan Menyesal Pernah Menolak Perkuat Timnas Indonesia
-
Tak Gentar Racikan Paul Munster, Persija Jakarta Bidik Kemenangan atas Bhayangkara FC