Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menyambut baik keputusan ini karena bisa membuat tim bersaing di level Asia.
Menurutnya, tim-tim lain di Asia sudah menerapkan aturan membebaskan penggunaan pemain asing dalam sebuah pertandingan.
"Saya pikir ini terkait dengan peraturan AFC, jelas, dengan bertambahnya pemain asing, Anda akan mendapatkan liga yang semakin ketat," terang Bojan Hodak.
"Jadi, untuk pemain lokal yang ingin masuk ke tim, kualitas dalam latihannya, pertandingannya patut ditingkatkan. Tentu saja, liga akan semakin lebih baik dan kuat."
"Itulah mengapa, seperti yang saya katakan, kita perlu mendapatkan hasil yang lebih bagus di AFC daripada tim-tim yang lolos kualifikasi. Ketika Anda meningkatkan standar sepakbola di liga, tentu pemain akan semakin membaik," tutupnya.
Adapun Liga 1 2025/2026 dijadwalkan kick off pada 1 atau 2 Agustus mendatang.
Penggunaan 11 pemain asing untuk Liga 1 musim depan saat ini masih dalam bentuk proposal, sehingga belum tentu disahkan oleh PSSI.
“Untuk musim depan, pemain asing yang boleh didaftarkan itu ada 11 nama dan hanya delapan pemain saja yang bermain di lapangan,” ujar Ferry Paulus.
Baca Juga: Tak Peduli PSS Sleman Bakal Degradasi, Tanpa Rasa Kasihan Persija Bidik Poin di Maguwoharjo
Berita Terkait
-
Tak Peduli PSS Sleman Bakal Degradasi, Tanpa Rasa Kasihan Persija Bidik Poin di Maguwoharjo
-
Operasional VAR Liga 1 Dikritik Banyak Pihak, PSSI Perlu Lakukan Evaluasi
-
Hasil BRI Liga 1: Yance Sayuri Hattrick, Malut United Bantai PSIS Semarang
-
3 Pihak Blak-blakan Beri Dukungan untuk Yuran Fernandes, Komdis PSSI Revisi Hukuman
-
Joaquin Gomez Pasang Target Tinggi, Borneo FC Bertekad Finis di Empat Besar
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya