Ia menyatakan rasa kecewanya karena tidak dapat memperkuat tim pada momen penting tersebut, namun menekankan bahwa kondisi fisiknya memang tidak memungkinkan untuk turun ke lapangan saat ini.
Sebagai salah satu pemain naturalisasi yang dinantikan kontribusinya di lapangan, absennya Ragnar tentu menjadi pukulan tersendiri bagi tim asuhan Kluivert.
Namun, keberadaan pemain pengganti yang punya kualitas dan pengalaman serupa diharapkan mampu menjaga ritme permainan tim.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI memang terus mengupayakan peningkatan kualitas skuad nasional, termasuk dengan merekrut pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri.
Ragnar Oratmangoen merupakan salah satu dari pemain yang diharapkan bisa memberikan warna baru di lini serang.
Sayangnya, hingga saat ini ia belum banyak berkontribusi akibat berbagai kendala, termasuk kondisi kesehatan.
Federasi berharap Ragnar bisa segera pulih dan kembali berkompetisi di level tertinggi, baik bersama klub maupun timnas.
Ketidakhadirannya pada momen penting ini justru menambah motivasi bagi pemain lain untuk tampil lebih maksimal demi membawa Indonesia melaju ke level yang lebih tinggi dalam kancah sepak bola Asia.
Baca Juga: Jordi Amat: Pertandingan Besar Timnas Indonesia di Depan Mata
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau
-
Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi