Suara.com - Penampilan gemilang Reza Arya Pratama di bawah mistar gawang PSM Makassar berbuah manis dengan pemanggilan ke Timnas Indonesia. Kiper berusia 25 tahun itu menjadi sorotan setelah tampil konsisten dan menunjukkan performa impresif sepanjang Liga 1 2024/2025.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tidak ragu menyertakannya dalam daftar penjaga gawang untuk menghadapi laga krusial lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam daftar penjaga gawang yang disiapkan Kluivert, Reza bersanding dengan nama-nama yang lebih dulu dikenal seperti Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, dan Ernando Ari Sutaryadi.
Namun kiprah Reza Arya bersama Juku Eja musim ini memang pantas mendapat apresiasi lebih.
Selama Liga 1 musim 2024/2025 berlangsung, Reza Arya telah dipercaya turun dalam 17 pertandingan. Dalam rentang laga tersebut, ia berhasil mencatatkan tiga kali nirbobol alias clean sheet.
Meski angka ini tampak kecil, kontribusinya tidak berhenti di sana.
Reza menjadi salah satu kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak, yaitu 48 kali dalam satu musim. Catatan ini mencerminkan refleks cepat dan kemampuan membaca arah bola yang semakin matang.
Lebih dari sekadar statistik di Liga 1, Reza juga menunjukkan kualitasnya di level regional.
Saat PSM Makassar berjuang di ajang ASEAN Club Championship 2024/2025, kiper asal Makassar ini kembali tampil dominan.
Baca Juga: Here We Go! Shayne Pattynama Ada di Thailand, Dikabarkan Main di Thai League 1
Dalam lima pertandingan, Reza sukses mencatatkan tiga clean sheet dan hanya kebobolan tiga gol.
Performa tersebut membantu timnya menembus babak semifinal, prestasi yang cukup membanggakan untuk klub asal Sulawesi Selatan tersebut.
Pemanggilan ke Timnas Indonesia terasa semakin spesial bagi Reza karena bertepatan dengan momen ulang tahunnya yang ke-25 pada 18 Mei 2025.
Momentum ini menjadi kado tak ternilai bagi sang penjaga gawang, apalagi sebelumnya ia sudah pernah mendapat kepercayaan duduk di bangku cadangan saat Timnas menghadapi Palestina, Argentina, dan Turkmenistan pada tahun 2023.
Meski belum menjalani debut resmi, kepercayaan dari pelatih menunjukkan bahwa ia telah masuk dalam radar penting untuk masa depan Timnas.
Pemusatan latihan yang akan dilakukan di Bali pada akhir bulan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi dua laga pamungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjamu China pada 5 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Lima hari berselang, mereka akan melakoni laga tandang menghadapi Jepang, tim unggulan grup yang sudah memastikan diri lolos ke Piala Dunia dengan mengoleksi 20 poin.
Saat ini, posisi Timnas Indonesia berada di peringkat keempat klasemen Grup C dengan raihan sembilan poin dari delapan laga.
Di atas mereka ada Jepang (20 poin), Australia (13 poin), dan Arab Saudi (10 poin).
Meski berada di posisi empat, peluang Garuda untuk lolos ke fase berikutnya masih terbuka lebar.
Skenario terbaik adalah Timnas Indonesia memenangkan dua laga tersisa melawan China dan Jepang, sembari berharap Australia dan Arab Saudi terpeleset di pertandingan mereka.
Selisih poin yang ketat antar tim membuat klasemen masih sangat dinamis.
Bahkan Bahrain dan China yang mengoleksi enam poin pun masih berpotensi menyalip jika hasil menguntungkan datang kepada mereka.
Oleh karena itu, kemenangan atas China di kandang sendiri menjadi harga mati bagi anak asuh Patrick Kluivert.
Tiga poin tersebut bukan hanya penting untuk perhitungan matematis, tetapi juga sebagai bekal kepercayaan diri sebelum menghadapi Jepang yang dikenal sangat tangguh di kandangnya.
Kehadiran kiper muda penuh talenta seperti Reza Arya di dalam skuat tentu menjadi angin segar bagi Timnas.
Selain sebagai opsi strategis di lini belakang, Reza juga dapat menambah kedalaman skuat yang sangat dibutuhkan untuk laga-laga krusial.
Jika diberi kesempatan tampil, laga melawan China bisa menjadi ajang debut yang ideal bagi Reza dalam kompetisi resmi internasional.
Dengan usia yang masih muda dan performa yang semakin matang, Reza Arya menjadi simbol regenerasi penjaga gawang di Timnas Indonesia.
Kehadirannya menunjukkan bahwa kompetisi di posisi kiper makin ketat, sekaligus membuka peluang bagi pemain-pemain dari klub lokal untuk bersinar di panggung internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Eks Bomber Liverpool: Jika Saya Jadi Carrick, Benjamin Sesko Akan Duduk Manis di Bangku Cadangan
-
11 Laga Tersisa, Jarak Sisa 2 Poin, Pep Guardiola Bikin Dengkul Arteta Gemetar
-
Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!
-
Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?
-
Real Madrid Berpotensi Dikudeta Barcelona, Alvaro Arbeloa Salahkan Wasit
-
Cerita Zinedine Zidane Tak Umbar Iman Islam: Puasa, Salat Bukan Buat Pencitraan
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Hajar Persebaya, Mario Lemos Puji Performa Luar Biasa Persijap Jepara
-
Persis Solo Imbang Lagi dan Makin Terbenam, Milomir Seslija Salahkan Hal Ini
-
Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?