Suara.com - Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi dua laga penting dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam skuad yang dipanggil oleh pelatih Patrick Kluivert, tercatat ada lima pemain yang mengisi posisi bek kanan.
Situasi ini menciptakan persaingan sengit untuk memperebutkan satu tempat sebagai starter saat Garuda berhadapan dengan China dan Jepang.
Yakob Sayuri menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian musim ini.
Bersama Malut United di Liga 1, pemain 26 tahun itu mencetak 10 gol dan menyumbangkan 6 assist dari 27 pertandingan. Catatan ini sangat impresif untuk ukuran seorang pemain bertahan.
Tak hanya produktif, Yakob Sayuri dikenal sebagai bek sayap yang memiliki kecepatan tinggi serta kemampuan overlap yang tajam.
Gaya mainnya yang ofensif membuatnya berbahaya saat melakukan penetrasi dari sisi kanan.
Pengalamannya membela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 juga menjadi nilai tambah, membuktikan bahwa ia mampu tampil tenang dan efektif di level internasional.
Nama Sandy Walsh masih menjadi favorit banyak pengamat berkat kekuatannya dalam bertahan.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan 6 Penyerang Timnas Indonesia, Siapa Layak Starter Lawan China?
Bek milik Yokohama Marinos ini dikenal solid dalam duel udara, memiliki kemampuan tekel bersih, dan sering menjadi senjata dalam skema bola mati.
Namun, Sandy Walsh menghadapi tantangan tersendiri karena kurangnya menit bermain di klubnya musim ini.
Meski kualitasnya tak diragukan, minimnya jam terbang di kompetisi membuat kebugaran dan ritme permainannya jadi pertanyaan besar menjelang laga penting bersama Timnas.
Satu nama lain yang mulai menjadi sorotan adalah Kevin Diks. Pemain FC Copenhagen ini tampil reguler di kompetisi Denmark dan bahkan sudah memastikan kepindahan ke klub Bundesliga Jerman, Borussia Monchengladbach, untuk musim depan.
Diks menawarkan kombinasi pertahanan solid dan visi bermain yang matang. Ia juga ahli dalam situasi bola mati dan mampu membangun serangan dari lini belakang.
Stabilitas performanya di level Eropa membuat banyak pihak menilainya sebagai kandidat kuat untuk menjadi starter utama di posisi bek kanan Garuda.
Meski belum sepopuler nama-nama lain, Eliano Reijnders tetap memiliki potensi besar.
Pemain yang saat ini membela PEC Zwolle di Eredivisie dikenal memiliki gaya bermain agresif dan penuh determinasi.
Eliano Reijnders mungkin bukan pilihan utama sejak menit awal, namun fleksibilitas dan energinya bisa dimanfaatkan sebagai supersub untuk mengubah jalannya pertandingan, terutama jika Timnas butuh suntikan tenaga dan dinamika baru dari sisi kanan.
Nama Asnawi Mangkualam tentu tidak bisa diabaikan. Mantan kapten Timnas Indonesia ini dikenal memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat serta pengalaman panjang di kancah internasional.
Walau sempat tersisih dalam beberapa kesempatan, Asnawi Mangkualam tetap menunjukkan semangat besar untuk kembali ke posisi utama.
Keunggulan mental dan pengalamannya dalam laga-laga besar menjadi alasan mengapa dia masih layak diperhitungkan dalam susunan starting XI Timnas Indonesia asuhan Kluivert.
Dengan lima pemain bertalenta yang masing-masing memiliki keunggulan tersendiri, Patrick Kluivert kini dihadapkan pada dilema positif.
Ia harus memilih satu dari lima nama untuk mengisi posisi krusial di lini belakang saat menghadapi China, dalam laga yang bisa menentukan nasib Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Tag
Berita Terkait
-
Here We Go! Pemain Keturunan Indonesia Makin Dekat Setim dengan Erling Haaland
-
Jelang Timnas Indonesia vs China: Suram, Sulit Menang di Stadion GBK
-
Bukan Stefano Lilipaly, Ini Pemain Timnas Indonesia dengan Caps Terbanyak Saat Ini
-
Tampang Kriminal Pemain Jepang yang Bakal Melawan Timnas Indonesia
-
Blak-blakan Bisa Pergi dari NEC Nijmegen, Calvin Verdonk: Bisa Dapat Banyak Uang di Tempat Lain
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Destri Damayanti Jadi Gubernur BI, Ketua OJK: Makin Banyak Perempuan Duduki Posisi Strategis
-
Diskon Gede di Gerai ADLV, Cukup Bayar Pakai QRIS BRImo atau Kartu BRI!
-
Jawa Barat Masuk Puncak Musim Kemarau
-
Bela Puan Maharani, Hasto Tegaskan Komitmen PDIP Garap RUU Perampasan Aset Tak Perlu Diragukan
-
Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You
-
6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga
-
Febrie Adriansyah Kalah! Hakim Tolak Praperadilan Status Tersangka dan Penahanan Kasus TPPU
-
Jakmania Boikot Persija, Rizky Ridho Akhirnya Angkat Bicara: Kami Butuh Kalian!
-
Awas Ketipu Angka Palsu! Ini Cara Cek Odometer Motor Bekas yang Asli Belum Direset
-
Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi