Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, bakal beradu taktik dengan pelatih Timnas Brasil U-17, Dudu Patetuci, saat keduanya berjumpa pada fase penyisihan Grup H ajang Piala Dunia U-17 2025.
Berdasarkan hasil undian yang dilakukan FIFA, Timnas Indonesia U-17 dipastikan tergabung di Grup H Piala Dunia U-17 2025. Selain melawan Timnas Brasil U-17, anak asuh Nova Arianto juga bakal menghadapi Honduras U-17, dan Zambia U-17.
Dari semua kontestan yang berada di Grup H, skuad Garuda Asia tentu harus paling berhati-hati dengan Timnas Brasil U-17 yang sukses lolos ke ajang ini setelah menjuarai Piala Amerika Selatan U-17 2025 beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Nova Arianto juga bakal beradu taktik dengan Dudu Patetuci, yang memiliki reputasi cukup mentereng di level tim nasional. Bagaimana perbandingan kedua pelatih ini? Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
Catatan Prestasi Nova Arianto
Nova Arianto tentu harus berhati-hati dengan capaian Dudu Patetuci. Dibandingkan dengan pelatih Brasil itu, pengalaman Nova sebagai pelatih kepala di tim nasional junior baru berjalan setahun.
Sebelumnya, Nova merupakan asisten Shin Tae-yong di berbagai level Tim Nasional, mulai dari U-19, U-23, hingga senior. Modal itulah yang mengantarkan Nova menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia U-16 sejak 2024.
Tugas pertamanya berhasil membawa Timnas Indonesia U-16 meraih peringkat ketiga Piala AFF U-16 2024. Setelah itu, dia berhasil membuktikan kualitasnya dengan meloloskan Timnas U-17 ke Piala Asia U-17 2025.
Dalam ajang itu, juru taktik berusia 46 tahun ini sukses membuat kaget banyak pihak dengan mengalahkan Korea Selatan U-17 di laga pembuka Grup C. Setelah itu, dia juga bisa menyapu bersih dua laga berikutnya melawan Yaman dan Afghanistan.
Baca Juga: Kevin Diks Comeback, Sektor Sayap Kanan Skuat Garuda Kembali Punya Pemilik Tetap?
Keberhasilan Nova membawa Evandra Florasta dan kawan-kawan ke fase gugur Piala Asia U-17 2025 sekaligus mengantarkan Timnas Indonesia U-17 merebut satu tiket untuk berpartisipasi di Piala Dunia U-17 2025.
Sebagai informasi, ini menjadi pencapaian terbaru yang sukses diukir Timnas U-17. Sebab, mereka bisa lolos dari jalur kualifikasi, berbeda dengan partisipasi di Piala Dunia U-17 2023 karena berstatus sebagai tuan rumah.
Mengulas Kiprah Dudu Patetuci
Berbeda dengan Nova Arianto, Dudu Patetuci memang sudah cukup lama mendapatkan tugas dari Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk menangani tim nasional Brasil, terutama di kelompok usia junior.
Pada mulanya, Dudu Patetuci memperoleh tanggung jawab sebagai asisten pelatih Timnas Brasil U-17 dan U-20 pada tahun 2019. Ada beberapa pelatih kepala yang saat itu dibantu oleh pelatih asal Rio de Janeiro itu.
Salah satu prestasinya ialah membantu Timnas Brasil U-20 asuhan Ramon Menezes yang menjadi tuan rumah menjuarai Piala Dunia U-20 2019 seusai mengandaskan perlawanan Meksiko dengan skor 2-1 di partai final.
Sejak saat itu, Dudu mulai memperoleh tanggung jawab yang lebih besar. Dia awalnya menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Brasil U-16 dan U-18 secara bersamaan. Sampai saat ini, tugasnya masih tetap belum berubah.
Sebagai pelatih kepala, terutama di level tim nasional, pelatih berusia 53 tahun itu sudah menghasilkan gelar juara Piala Amerika Serikat U-17 2025 bersama anak asuhnya untuk lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Kevin Diks Comeback, Sektor Sayap Kanan Skuat Garuda Kembali Punya Pemilik Tetap?
-
Profil Dudu Patetuci, Pelatih Timnas Brasil U-17 Calon Lawan Nova Arianto di Piala Dunia U-17
-
Publik Zambia Pede Bisa Tekuk Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025
-
3 Bintang Timnas Brasil U-17 yang Bakal Jadi Ancaman Indonesia di Piala Dunia U-17 2025
-
Timnas Indonesia Naik Kelas Lawan Brasil di Piala Dunia U-17, Erick Thohir: Ini Menantang!
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions
-
10 Pelatih Legendaris dengan Rekor Ciamik di Piala Dunia, Siapa Paling Berkesan?