Suara.com - Pemain timnas Indonesia, Rafael Struick resmi tinggalkan klub Australia, Brisbane Roar usai kontraknya habis.
Kabar tersebut diumumkan langsung oleh akun resmi klub via media sosial.
"Brisbane Roar ingin mengonfirmasi kepergian Rafael Struick yang meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir," tulis laporan Brisbane Roar.
"Semua orang di Brisbane Roar mengucapkan terima kasih kepada Rafael atas kontribusinya musim ini dan mendoakkan kesuksesannya di masa mendatang," sambung laporan itu.
Selama bermain di Brisbane Roar, Rafael Struick sendiri memang jarang mendapatkan menit bermain.
Pemain yang bergabung pada September 2024 lalu, hanya tampil 10 kali bersama Brisbane Roar dengan total bermain 239 menit.
Penyerang 22 tahun ini hanya mencatatkan satu gol ketika Brisbane Roar bertanding lawan Sydney FC pada 1 November 2024.
Sayangnya kariernya di Negeri Kanguru tidak mulus. Sebab, ia lebih banyak menghilang dari skuad.
Terakhir kali Rafael Struick bermain untuk Brisbane Roar yakni pada 8 Maret 2025.
Baca Juga: Pelatih China: Harus Menang Lawan Timnas Indonesia
Setelah itu, dirinya sama sekali tidak pernah dimainkan lagi hingga kontraknya berakhir dan memutuskan hengkang.
Nah, sebelumnya Rafael Struick lebih banyak berkarier di Belanda.
Ia sempat merumput bersama ADO Den Haag sebelum akhirnya gabung ke Brisbane Roar.
Sementara itu, Rafael Struick sendiri tetap mendapatkan panggilan dari Patrick Kluivert ke timnas Indonesia, meski jarang dapat menit bermain.
Dari sudut pandang pelatih, ada alasan tertentu di balik keputusan tersebut.
Absennya Ragnar Oratmangoen yang biasanya menjadi andalan di lini depan membuat Kluivert membutuhkan opsi alternatif yang sudah punya pengalaman dan pemahaman taktik di timnas.
Rafael Struick, meski jarang bermain di klub, dianggap punya chemistry yang baik dengan pemain lain di skuad Garuda.
Patrick Kluivert juga tampaknya lebih memprioritaskan kontribusi Struick saat membela timnas dibanding performanya di level klub.
Di berbagai ajang internasional, pemai keturunan ini beberapa kali menunjukkan permainan yang solid, stabil, dan tidak jarang menjadi pembeda.
Tetap saja, keputusan ini menimbulkan pro dan kontra. Bagi banyak pengamat, menit bermain di klub adalah tolok ukur penting untuk menilai kesiapan dan kondisi seorang pemain.
Apalagi, konsistensi performa sangat dipengaruhi oleh ritme pertandingan yang hanya bisa didapat lewat pengalaman bermain reguler.
Kendati demikian, kehadiran Rafael Struick dianggap cukup penting di skuad Garuda.
Sebab, ia dikenal fleksibel dan bisa bermain sebagai winger maupun second striker, dua posisi yang sangat krusial dalam skema menyerang.
Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta insting mencetak gol menjadi senjata utama pemain berusia 21 tahun ini, walaupun ketajamannya tetap diragukan karena minimnya jam terbang.
Terlepas dari itu, timnas Indonesia akan menghadapi dua pertandingan krusial di round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Anak asuh Patrick Kluivert bakal menjamu China pada 5 Juni 2025 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kemudian lima hari berselang atau 10 Juni 2025, timnas Indonesia harus tandang ke markas Jepang.
Berita Terkait
-
Misi Lain Beckham Putra Dipanggil Patrick Kluivert ke TC Timnas Indonesia
-
Patrick Kluivert Panggil Banyak Pemain Lokal: Kesempatan Emas atau Harapan Palsu?
-
Pede Timnas Indonesia Sikat China, Lawan Jepang Patrick Kluivert Bilang Begini
-
Respons Beckham Putra yang Akhirnya Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Statistik Kevin Diks Tutup Karier di FC Copenhagen dengan Kepala Mendongak
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
-
Tanpa Pembelaan, Pelatih Dortmund Merasa Pantas Tersingkir dari Liga Champions
-
John Herdman Dipuji Pundit Malaysia: Jauh Lebih Visioner Dibanding Patrick Kluivert
-
Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions
-
Thom Haye Absen Lawan Madura, Persib Siapkan Skenario Alternatif
-
Main di GBLA, Federico Barba Pastikan Persib Bandung Siap Pertahankan Tren Positif
-
Alasan Layvin Kurzawa Belum Juga Tampil Bersama Persib Bandung di Super League