Suara.com - Timnas Indonesia akan lakoni partai hidup mati melawan China dalam lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertandingan Timnas Indonesia vs China akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 5 Juni 2026.
Jelang Timnas Indonesia vs China, kondisi striker Rafael Struick jadi cibiran media Negeri Tirai Bambu.
Salah satu media lokal di China menyebut bahwa Timnas Indonesia memang diperkuat pemain naturalisasi yang berkualitas, namun sektor depannya buruk.
"Timnas Indonesia dikenal sebagai tim yang mewah namun perfomance mereka belum memenuhi harapan," ulas media China, Chengdu Cover News seperti dikutip Suara.com, Rabu (4/6).
Sorotan kemudian mereka arahkan kepada perfomance buruk striker Rafael Struick. Menurut mereka, Rafael Struick alami keterpurukan selama bermain di Australia.
"Striker utama Indonesia itu sempat terpuruk setelah sempat bermain di Liga Australia," sebut media China itu.
"Selain itu, dua gelandang mereka juga terkena sanksi larangan bermain. Semua itu jadi kabar baik untuk timnas China,"
Masih dari sumber yang sama, salah satu keunggulan mutlak Timnas Indonesia terletak pada pemain ke-12 alias suporter.
Baca Juga: Kontroversi Latihan Tertutup Timnas China : Aroma Tak Sedap dan Pembatasan Media Indonesia
Menurut media China itu, suporter Garuda sangat fanatik dan bisa membuat kondisi stadion layaknya kandang setan.
"Suasan seperti ini akan sangat mendongkrak moral tim tuan ruamh dan menciptakan tekanan psikologis pada tim tamu. Keunggulan tuan rumah ini tidak boleh diremehkan,"
Nasib Rafael Struick
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan kode bahwa pemain keturunan boleh-boleh saja membela klub Liga 1, namun tergantung individu masing-masing.
Adapun saat ini sejumlah pemain keturunan sedang dikaitkan dengan beberapa tim Liga 1 seperti Thom Haye, Rafael Struick, dan Thom Haye.
Rafael Struick seperti diketahui belum lama ini dicoret dari skuad Brisbane Roar, kemudian Thom Haye tidak melanjutkan masa baktinya bersama Almere City, kemudian Nathan Tjoe-A-On nasibnya tak jelas bersama Swansea City.
Berita Terkait
-
Kontroversi Latihan Tertutup Timnas China : Aroma Tak Sedap dan Pembatasan Media Indonesia
-
Erick Thohir Ingin Naturalisasi Penyerang Lagi, 3 Pemain Keturunan Ini Bisa Jadi Opsi
-
Bau Busuk Sambut China di SUGBK: Media Indonesia Dilarang Meliput!
-
Debut Lawan Cina, Emil Audero Ungkap Kondisi Terkini Skuad Timnas Indonesia
-
Dalih Pelatih Malaysia yang Tolak Tantangan dari Timnas Indonesia
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Nasib Kasus Febrie Adriansyah Kini di Tangan Kuntadi, Akankan Diusut Tuntas?
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar
-
QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong
-
Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!
-
Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia