Suara.com - Manchester City resmi merekrut pemain keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders. Kakak Eliano Reijnders itu dibeli Man City dengan harga 72 juta euro atau setara Rp1,3 triliun.
Pengumuman resmi pembeli Tijjani Reijnders disampaikan pihak Man City di saluran resmi milik mereka, Rabu (11/6) waktu setempat.
Rumor kepindahan Tijjani Reijnders ke Man City sudah berlangsung beberapa pekan ke belakang.
Namun baru pada hari ini, klub besutan Pep Guardiola itu resmi mengumumkan kedatangan pemain keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders.
Pada akhir pekan lalu, pelatih Belanda, Ronald Koeman dan Tijjani Reijnders sendiri sudah mengatakan bahwa ia terbang ke Manchester untuk jalani pemeriksaan medis.
Mengutip sejumlah laporan media Inggris, Tijjani Reijnders dikontrak oleh Manchester City selama lima tahun.
Meninggalkan AC Milan untuk jalani tantangan baru di Liga Inggris, Tijjani Reijnders langsung memberikan pujian kepada klub barunya, Manchester City.
"City adalah salah satu tim terbesar di dunia," kata Tijjani Reijnders seperti dikutip Suara.com dari laman resmi Man City.
"Dengan pelatih terbaik, pemain hebat, dan fasilitas yang sangat baik. City telah memenangkan begitu banyak trofi dan saya ingin membantu mereka melanjutkannya," tambah Tijjani Reijnders.
Baca Juga: Pemain Keturunan Rp1,3 Triliun Senggol Indonesia, Dulu Incaran STY, Bisa Gabung?
Menurut Tijjani Reijnders, bermain di Liga Inggris menjadi mimpinya yang menjadi kenyataan.
"Bermain di Liga Inggris juga merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya. Begitu banyak pemain Belanda yang telah tampil hebat di kompetisi ini dan menjadi inspirasi saya untuk ikuti jejak mereka," tegas Tijjani Reijnders.
Siapa Pengganti Tijjani Reijnders di AC Milan
Sebelum kepastian kepindahan Tijjani Reijnders tercapai hari ini, kubu AC Milan sudah mengambil langkah antisipatif.
Menurut laporan media Belanda, Voetbalzone.nl seperti dikutip Suara.com, Rabu (4/6), manajemen AC Milan sudah mencapai kesepakatan lisan dengan Luka Modric.
Luka Modric dikabarkan telah menyetujui secara lisan untuk melanjutkan karier bersama AC Milan.
Berita Terkait
-
Pemain Keturunan Rp1,3 Triliun Senggol Indonesia, Dulu Incaran STY, Bisa Gabung?
-
Arrivederci AC Milan! Tijjani Reijnders Sepakat Pindah ke Man City
-
Tijjani Reijnders ke Man City, AC Milan Rekrut Bos Nathan Tjoe-A-On
-
4 Pemain Keturunan Indonesia Bela Belanda di Euro U-21, Michael Reiziger: Saya Yakin dengan Mereka
-
Ipswich Town Resmi Lepas Pemain Keturunan Indonesia, Bagiamana Nasib Elkan Baggott?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat