Suara.com - Eks pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan rekomendasi cara Timnas Indonesia bisa lolos Piala Dunia 2026 di ronde 4 kualifikasi.
Perjalanan Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Setelah melewati berbagai tantangan di babak sebelumnya, skuad Garuda kini berhasil memastikan tempat di putaran keempat, sebuah capaian yang belum lama ini dianggap mimpi bagi sepak bola nasional.
Keberhasilan ini tidak hanya mencuri perhatian publik Tanah Air, namun juga memancing komentar dari sosok yang punya kontribusi besar terhadap fondasi kebangkitan Timnas Indonesia, yakni Shin Tae Yong.
Meski kini tak lagi menjabat sebagai pelatih utama, pelatih asal Korea Selatan tersebut tetap mengikuti perkembangan mantan anak asuhnya dengan penuh perhatian.
Menurut Shin Tae-yong, keberhasilan Timnas Indonesia melangkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah merupakan pencapaian luar biasa.
Shin Tae-yong meyakini bahwa ke depan, skuad Merah Putih akan tampil lebih percaya diri dan agresif.
Shin Tae-yong menilai bahwa lolos ke fase ini bukan hanya soal hasil di atas kertas, tetapi juga merupakan bukti dari kerja keras dan proses panjang yang telah dijalani bersama tim.
Shin Tae-yong juga menyampaikan pandangannya terkait tantangan yang akan dihadapi Indonesia di fase berikutnya.
Baca Juga: Selamat Tinggal Mees Hilgers, Penggantinya Teman Dean James
Ia mengingatkan bahwa lawan-lawan di putaran keempat nanti banyak berasal dari kawasan Timur Tengah.
Negara-negara tersebut dikenal memiliki fisik yang kuat, daya tahan tinggi, serta bermain dalam kondisi cuaca dan atmosfer yang cukup ekstrem bagi sebagian besar pemain Asia Tenggara.
"Di sana akan melawan beberapa tim Timur Tengah dengan iklim dan lingkungan yang sangat berbeda. Saya rasa, kita perlu menyiapkan kondisi fisik dengan sangat baik. Bagus juga kalau bisa maksimal dalam pertahanan meski tidak mudah," ujarnya dalam wawancara bersama Jeong Seok Seo di Instagram, dikutip Kamis (12/6/2025).
Karena itu, menurut Shin, aspek kebugaran dan kekuatan fisik menjadi hal yang tak bisa ditawar.
Latihan intensif untuk membentuk kondisi prima dinilai penting agar Timnas Indonesia bisa bersaing secara optimal.
Ia menyoroti pentingnya mempertahankan struktur pertahanan yang solid, meskipun diakuinya hal itu tidak akan mudah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti