"Ole Romeny menjadi target utama serangan, namun strategi ini mudah dibaca dan dihentikan oleh Jepang."
Masalah juga muncul dari pertahanan. Mees Hilgers yang diharapkan menjadi benteng kokoh justru tampil di bawah performa terbaiknya.
Celah di lini belakang dengan mudah dieksploitasi oleh Daichi Kamada dan Takefusa Kubo yang terlalu bebas bergerak. Jepang pun mencatat total 21 tembakan, 11 di antaranya tepat sasaran.
Rotasi besar yang dilakukan Kluivert—termasuk menurunkan Dean James, Yance Sayuri, dan Beckham Putra—juga dianggap kurang tepat waktu.
Beberapa pemain terlihat belum siap tampil dalam laga berintensitas tinggi, sehingga keputusan tersebut dinilai lebih sebagai eksperimen daripada strategi matang.
"Kekalahan telak ini menjadi bukti bahwa eksperimen besar tanpa persiapan matang bisa berakhir tragis."
Dari empat pertandingan tersebut, statistik Indonesia di bawah Kluivert mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan.
Tim hanya mampu mencetak tiga gol, semuanya lewat Ole Romeny, dan kebobolan sebelas kali. Ini menjadi sinyal bahwa lini serang terlalu bergantung pada satu pemain, sedangkan lini pertahanan masih sangat rapuh.
Meski sukses lolos ke fase berikutnya, tantangan Indonesia akan jauh lebih berat di ronde keempat.
Baca Juga: Jam Rolex untuk Pemain Timnas Indonesia Jadi Polemik, Menpora Pasang Badan
Tim-tim unggulan seperti Iran, Korea Selatan, dan Qatar berpotensi menjadi lawan berikutnya. Maka dari itu, evaluasi total wajib dilakukan.
Taktik yang digunakan perlu dipertajam, terutama untuk mengatasi tekanan tinggi dari lawan.
Selain itu, peningkatan kualitas fisik, organisasi permainan, dan kedalaman skuad menjadi PR besar yang harus segera dituntaskan.
Patrick Kluivert tidak bisa lagi hanya berperan sebagai pelatih transisi.
Di fase selanjutnya, ia dituntut untuk menunjukkan identitas permainan yang jelas, fleksibel, dan mampu bersaing di level tertinggi.
Waktu persiapan menuju Oktober memang masih ada, namun tanpa pembenahan menyeluruh, Indonesia bisa kembali menelan hasil menyakitkan seperti saat menghadapi Jepang.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Catatan Pertemuan Timnas Indonesia Hadapi Peserta Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Dua Negara yang Minta Round 4 Digelar di Tempat Netral, Indonesia Masih Diam?
-
Mengulas Ranking FIFA Kuwait dan Lebanon, Lawan Uji Coba Timnas Indonesia sebelum Round 4
-
AFC Plin-plan Soal Menentukan Tuan Rumah Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Prediksi Hasil Undian Grup Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia?
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Wajib Ditiru Petinggi PSSI! Eks Musuh STY Tundukkan Kepala Usai Kegagalan Korsel
-
5 Fakta Menarik Jelang Pantai Gading vs Norwegia, Semua Tergantung Erling Haaland
-
Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 usai Kalah Penalti Melawan Paraguay
-
Hajime Moriyasu Terpukul Jepang Angkat Koper Lebih Cepat Usai Dipermalukan Brasil
-
Taktik Sabar Carlo Ancelotti Bawa Brasil Comeback Dramatis Atas Jepang
-
Hasil Piala Dunia 2026, Casemiro Ungkap Sebab Bangkitnya Brasil Hingga Singkirkan Jepang
-
Kejutan di Boston! Paraguay Ungguli Jerman 1-0 di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
-
12 Laga Tanpa Kalah, Casemiro Ukir Rekor Gila di Piala Dunia 2026
-
Edwin van der Sar Sukses Gegerkan Jakarta, Sejumlah Agenda Diserbu Penggemar
-
Angkat Topi untuk Jepang, Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Tak Mainkan Neymar