Suara.com - Pemain keturunan Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang juga penggawa Timnas Indonesia, Emil Audero berpotensi dilatih oleh legenda AC Milan, bagaimana kemungkinan ini muncul?
Kemungkinan ini muncul usai Filippo Inzaghi resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Palermo untuk musim 2025/26.
Pelatih yang dikenal sebagai legenda AC Milan ini menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim, menggantikan pelatih sebelumnya yang gagal membawa Palermo promosi ke Serie A.
Kehadiran Inzaghi membawa ekspektasi tinggi bagi klub yang kini dimiliki oleh City Football Group.
Ia dikenal sebagai pelatih spesialis promosi setelah sukses membawa Benevento dan Pisa ke kasta tertinggi Liga Italia dalam beberapa musim terakhir.
Menariknya, keputusan Inzaghi datang hanya beberapa hari setelah dirinya dilepas oleh Pisa, klub yang baru saja ia antar ke Serie A.
Alih-alih bertahan, Inzaghi justru memilih menangani proyek ambisius Palermo yang masih berkutat di Serie B.
Kedatangan pelatih anyar ini menjadi berita besar, namun yang tak kalah menarik adalah nasib Emil Audero, kiper keturunan Indonesia yang saat ini tengah menjalani masa pinjaman di Palermo.
Audero datang dari Como pada Februari 2025 dengan status pinjaman selama enam bulan.
Baca Juga: 4 Pemain Keturunan yang Tak Dipanggil Gerald Vanenburg ke Timnas Indonesia U-23
Audero tampil cukup konsisten sejak bergabung dengan Palermo.
Dalam beberapa pekan awal, ia langsung dipercaya sebagai starter dan berhasil mencatat dua clean sheet dalam empat laga pertamanya.
Penampilannya memberi dampak positif pada stabilitas lini belakang Palermo.
Ia menjadi salah satu kiper dengan penyelamatan terbanyak di paruh kedua musim, dan performanya berkontribusi besar terhadap peluang Palermo untuk menembus babak playoff promosi. Secara total, Audero tampil dalam 15 pertandingan Serie B.
Dengan statusnya sebagai kiper utama, masa depannya di Palermo kini menjadi perbincangan.
Kontrak peminjamannya dari Como akan berakhir pada 30 Juni 2025, namun terdapat klausul pembelian permanen dalam perjanjian antara kedua klub.
Berita Terkait
-
Pemain Keturunan Grade A Mandek Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Kini Diincar Klub Liga Eropa
-
Efek Filippo Inzaghi, Palermo Ngebet Kejar Emil Audero
-
2 Klub Spanyol Incar Pemain Keturunan Rp 11,3 Miliar Berdarah Raja Indonesia
-
Eks Pelatih Klub Malaysia Sebut Harga Pasar Pemain Keturunan Indonesia Kemahalan
-
Aset Timnas Indonesia, Penyerang Keturunan Bandung 15 Tahun Cetak 7 Gol di Liga Kanada
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat
-
Misi Satelit Lampung-1: Saat Mata AI di Luar Angkasa Kawal Ladang Singkong
-
Singapura Gunakan Teknologi Juara Piala Dunia DemI Jegal Timnas Indonesia
-
CBDK Gelontorkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham, Laba Semester I 2026 Melonjak 225 Persen
-
Hari Pramuka Diperingati Tanggal Berapa? Simak Sejarah Lengkapnya
-
Implementasi Aspal Buton Masuk Tahap Pelaksanaan, Industri Konstruksi Siapkan Dukungan Teknologi
-
IHSG Hari Ini saat Wall Street Meroket dan Harga Minyak Amblas
-
4 Pasangan yang Cocok untuk Zodiak Scorpio, dengan Siapa Paling Serasi?
-
Penduduk Melarat Susut, Tapi Kesenjangan Orang Kaya dan Miskin Makin Besar
-
Ulasan Pyramid Game: Ketika Perundungan Menjadi Hal yang Dianggap Wajar