Suara.com - Nama klub Serie A, Unione Sportiva Lecce, mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.
Pasalnya, klub asal wilayah Salento ini masuk dalam daftar panjang tim Italia yang dikabarkan tertarik untuk merekrut bek tangguh Timnas Indonesia, Jay Idzes, dari Venezia.
Namun, siapa sebenarnya US Lecce? Di luar statusnya sebagai kontestan Serie A, klub ini menyimpan segudang cerita dan fakta unik yang membuat mereka memiliki identitas kuat di kancah sepak bola Italia.
Mari kita bedah 10 fakta menarik tentang klub berjuluk Giallorossi (Kuning-Merah) ini.
1. Julukan 'Giallorossi' dan 'Salentini'
Lecce memiliki dua julukan utama. Giallorossi (Kuning-Merah) merujuk pada warna kebesaran klub yang terpampang di logo dan seragam mereka, warna-warna yang mewakili kota Lecce.
Julukan kedua adalah Salentini, yang berasal dari nama wilayah geografis mereka, Salento, semenanjung yang menjadi "tumit" dari "sepatu bot" Italia.
2. 'Lupi' sang Serigala sebagai Simbol Utama
Selain warna, simbol utama klub ini adalah serigala (Lupo dalam bahasa Italia, atau Lupi untuk bentuk jamak).
Baca Juga: Lirik Jay Idzes, Lecce Pernah Sia-siakan Pemain Timnas Indonesia
Serigala ini terpampang gagah di logo klub dan sering menjadi inspirasi koreografi masif dari para pendukungnya. Ini melambangkan keganasan dan semangat juang tim di lapangan.
3. Stadion Ikonik Bernama 'Jalan Menuju Laut'
Lecce memainkan laga kandangnya di Stadio Via del Mare. Nama ini secara harfiah berarti "Jalan Menuju Laut".
Penamaan ini sangat pas karena stadion ini memang berlokasi di jalan yang mengarah langsung ke Laut Adriatik yang indah. Dibuka pada tahun 1966, stadion ini mampu menampung lebih dari 31.000 penonton.
4. Pernah Punya 'Tembok Manusia Raksasa'
Salah satu momen paling ikonik di Stadio Via del Mare terjadi pada musim 1990/91. Saat itu, tribun stadion belum sepenuhnya memiliki kursi.
Para penggemar berdiri berdempetan, menciptakan pemandangan yang disebut sebagai "tembok manusia raksasa" yang memberikan tekanan psikologis luar biasa bagi tim lawan.
5. 'Juara' Kasta Kedua Terbanyak di Italia
Lecce memegang rekor sebagai klub yang paling sering memenangkan Serie B, kasta kedua sepak bola Italia.
Mereka telah mengangkat trofi juara Serie B sebanyak 10 kali. Fakta ini memberi mereka julukan lain yang sedikit menyindir, yakni "Campioni di Serie B" (Juara Serie B), menunjukkan reputasi mereka sebagai tim yang sering naik-turun kasta (promosi-degradasi).
6. Penghasil Talenta Hebat
Meski bukan klub raksasa, Lecce punya sejarah bagus dalam mengorbitkan pemain top.
Penyerang legendaris Italia, Graziano Pellè, dan Antonio Conte, yang sukses sebagai pemain dan pelatih, sama-sama memulai karier profesional mereka di sini. Conte bahkan lahir di kota Lecce.
7. Javier Chevantón: Legenda dari Uruguay
Jika berbicara tentang ikon klub, nama Javier Chevantón tidak bisa dilepaskan.
Penyerang asal Uruguay ini adalah pujaan para fans Giallorossi.
Ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Lecce di Serie A dan terkenal dengan tendangan bebasnya yang mematikan.
8. Derby della Puglia: Rivalitas Panas di Selatan
Pertandingan paling bergengsi bagi Lecce adalah saat melawan rival sekota dari wilayah yang sama, Puglia, yaitu S.S.C. Bari.
Laga yang dikenal sebagai Derby della Puglia ini selalu berlangsung dengan tensi tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan, merepresentasikan persaingan dua kota terbesar di wilayah tersebut.
Dirumorkan Dibeli Raffi Ahmad
Pada 2022, Lecce sempat dikaitkan dengan figur publik, Raffi Ahmad. Suami Nagita Slavina itu disebut akan jadi pemilik Lecce.
Namun, laporan dari media asal Itaia, Lecce Prima, meluruskan semuanya. Media ini memberitakan bukan Raffi Ahmad yang membeli saham minoritas Lecce yang berjumlah 10 persen.
“Sidang Direksi US Lecce yang digelar setelah rapat umum pemegang saham berakhir larut malam di Hotel Patria. Nama-nama baru tersebut adalah Pascal Picci, orang Swiss asal Italia yang merupakan presiden keuangan aktif dalam pengelolaan dana dan mantan presiden holding sauber, tim Formula One yang kemudian menjadi Alfa Romeo. Serta Alvin Sariaatmadja,” tulis Lecce Prima.
“Karena itu, bukan Raffi Ahmad, produser dan influencer Indonesia yang melalui unggahannya di Instagram menarik perhatian dan rasa penasaran karena beberapa kali menyebut kata Lecce,” lanjut laporan tersebut.
10. Pernah Diperkuat Thom Haye
Bagi para penggemar yang mengikuti jejak karier pemain Indonesia di Eropa, Lecce adalah klub yang memberikan mimpi buruk bagi Thom Haye pada musim 2018/2019.
Pada musim panas 2018, Thom Haye, yang saat itu masih berusia 23 tahun, mengambil langkah berani dengan meninggalkan Willem II untuk bergabung dengan Lecce, yang saat itu berlaga di Serie B.
Ia datang dengan reputasi sebagai gelandang muda berbakat dari Eredivisie, berharap bisa menaklukkan kerasnya kompetisi Italia. Namun, realita di lapangan jauh dari harapan.
Haye mendapati dirinya terpinggirkan dari skuad utama. Sepanjang musim, ia hanya mencatatkan 13 penampilan di Serie B, dengan mayoritas sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir.
Berita Terkait
-
Lirik Jay Idzes, Lecce Pernah Sia-siakan Pemain Timnas Indonesia
-
Media Asing Soroti Penurunan Karir Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia
-
Antara Liga Petani atau Plus Minus Liga 1: Thom Haye Bakal Berlabuh ke Mana?
-
3 Pemain Termahal Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 2025, Jens Raven Kalah
-
Jay Idzes Magnet Transfer di Serie A: Ini Daftar Klub Peminat Bek Timnas Indonesia
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Beckham Putra Ungkap Alasan Selebrasi Ice Cold saat Kalahkan Persija Jakarta
-
Muka Masam Sir Alex Ferguson Usai Manchester United Ulangi Rekor Buruk 44 Tahun Lalu
-
Kronologis Amukan Antonio Conte, Tendang Botol Minum, Teriak-teriak hingga Semprot Wasit
-
Ditolak Tunisia, Patrick Kluivert Tak Laku Usai Dipecat dari Timnas Indonesia
-
Statistik Miris Gyokeres Tertutup dengan Kehebatan Arsenal, The Gunners Kena Prank Rp1,44 T
-
Panggung Perdana John Herdman: Pimpin Timnas Indonesia Lawan Raksasa Eropa
-
Viral Gol Haram Tercipta di Laga Liga 2, Exco PSSI Janji Akan Evaluasi Wasit
-
Persembahkan 4 Gelar, Ini Kata-kata Hansi Flick Usai Bawa Barcelona Hajar Real Madrid di Final
-
John Herdman Kurang Fit, Kelelahan?
-
Alessandro Bastoni Bongkar Kesalahan Inter Usai Ditahan Napoli: Kami Seharusnya Bisa Menang!