Dari posisi 190 dunia, Laos naik lima tingkat ke peringkat 185 usai mencatatkan kemenangan tipis 2-1 atas Nepal di pertandingan kedua Grup F babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027.
Tambahan 13,95 poin FIFA menjadi modal Laos untuk terus bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Ke depannya, Laos masih memiliki peluang menambah poin jika mampu meraih hasil mengejutkan saat menghadapi Malaysia dan Vietnam di pertandingan selanjutnya.
Perubahan peringkat ini menjadi gambaran bahwa persaingan sepak bola Asia Tenggara kian ketat dan kompetitif.
Jika menilik beberapa tahun terakhir, dominasi negara-negara kuat seperti Thailand dan Vietnam mulai mendapatkan tantangan serius dari Indonesia, Malaysia, bahkan negara yang secara tradisi sepak bola belum terlalu kuat seperti Laos.
Secara global, peringkat FIFA menjadi salah satu tolok ukur perkembangan sepak bola nasional.
Ranking ini dihitung berdasarkan hasil pertandingan resmi yang diakui FIFA, termasuk laga persahabatan internasional, kualifikasi turnamen kontinental, serta kejuaraan dunia.
Negara yang mampu meraih kemenangan atas tim dengan peringkat lebih tinggi akan mendapatkan tambahan poin yang signifikan.
Performa Timnas Indonesia, Malaysia, dan Laos pada bulan Juni 2025 ini menjadi bukti nyata bagaimana konsistensi dalam agenda internasional mampu mendongkrak citra dan prestasi sepak bola nasional di mata dunia.
Baca Juga: 4 Pemain Timnas Indonesia Mungkin Dicoret Patrick Kluivert untuk Ronde 4, Semua Kesayangan STY
Tidak hanya berimbas pada peringkat FIFA, peningkatan ini juga memberi motivasi lebih bagi para pemain, federasi, hingga suporter di masing-masing negara.
Ke depan, negara-negara ASEAN diharapkan terus menjaga tren positif ini.
Agenda internasional yang masih padat hingga akhir tahun 2025, termasuk kelanjutan Kualifikasi Piala Asia dan laga-laga persahabatan resmi, menjadi kesempatan emas untuk meraih tambahan poin penting.
Dengan persaingan yang semakin merata di kawasan Asia Tenggara, tidak menutup kemungkinan negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, dan Brunei Darussalam turut memperbaiki posisi mereka dalam waktu dekat.
Ini sekaligus menandakan kebangkitan sepak bola ASEAN yang mulai diperhitungkan di tingkat Asia bahkan dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?