Suara.com - Pemain keturunan Jens Raven resmi bergabung dengan tim Super League 2025/2026, Bali United. Sosok naturalisasi asal Belanda itu diikat kontrak selama tiga musim.
Bali United mengumumkan bergabungnya Jens Raven, Minggu (13/7/2025). Pemain yang sering memperkuat tim nasional Indonesia kelompok umur itu tentu berguna buat lini depan Serdadu Tridatu.
Usia yang baru menginjak 19 tahun membuat sang pemain berpotensi berkembang. Oleh karena itulah manajemen Bali United mengikat kontrak selama 3 tahun.
CEO Bali United, Yabes Tanuri mengaku pihaknya berani mendatangkan Jens Raven karena potensi yang dimiliki pemain 19 tahun tersebut.
Ketajaman Jens Raven sebagai penyerang terlihat saat membela Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2024 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.
Di Piala AFF U-19 2024, Raven mencetak 4 gol. Sedangkan di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025, Raven membukukan tiga gol.
Karena itu, kata Yabes, Bali United tak ragu memberikan kontrak jangka panjang kepada Jens Raven.
Jens Raven dikontrak Bali United hingga tiga musim ke depan.
"Kami resmi memperkenalkan Jens Raven sebagai striker baru untuk Bali United selama tiga musim ke depan," kata Yabes Tanuri dikutip dari laman klub.
Baca Juga: Breaking News! Jens Raven Resmi Gabung Bali United
"Jens Raven adalah striker potensial yang dibutuhkan tim saat ini dan tim pelatih menilai dia mampu memberikan dampak positif untuk tim Bali United di musim yang baru," sambungnya.
Rumor kepindahan Jens Raven ke Bali United memang sudah berhembus sejak pekan lalu.
Hal itu semakin menguat setelah pemain berusia 19 tahun ini memutuskan hengkang dari klub asal Belanda, Dordrecht.
Menariknya, sebelum resmi bergabung dengan skuad Bali United, Jens Raven masih akan lebih dulu memperkuat Timnas Indonesia U-23 di ajang Piala AFF U-23 2025.
Ajang tersebut berlangsung di Jakarta dan Bekasi mulai 15 sampai dengan 29 Juli mendatang.
Ada dua venue yang akan digunakan yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta dan Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Brunei Darussalam, Filipina, dan Malaysia.
Brunei Darussalam akan menjadi lawan pertama Timnas Indonesia U-23 yang pertandingannya berlangsung pada 15 Juli 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Tiga hari berselang, atau pada 18 Juli, Timnas Indonesia U-23 menjamu Filipina di tempat yang sama.
Terakhir, Garuda Muda akan menantang Malaysia pada 21 Juli di SUGBK. Laga ini bisa berjalan seru karena ada gengsi di dalamnya.
Timnas Indonesia U-23 bisa dikatakan cukup berprestasi di Piala AFF U-23 ini, meski pemegang gelar terbanyak adalah Vietnam.
Skuad Garuda Muda pernah sekali juara, tepatnya pada edisi Piala AFF U-23 2019.
Pada Piala AFF U-23 2019 yang digelar di Kamboja itu, Timnas Indonesia U-23 juara usai mengalahkan Thailand 2-1 di final.
Kala itu, pelatih yang membawa Timnas Indonesia U-23 juara Piala AFF U-23 2019 adalah Indra Sjafri.
Jika melihat lawan yang dihadapi Timnas Indonesia U-23 di Grup A, Malaysia akan jadi penantang terberat, meski Filipina dan Laos tak boleh dianggap remeh.
Nantinya, hanya juara grup dan satu runner up terbaik yang akan lolos ke babak semifinal Piala AFF U-23 2025.
Kejuaraan ini bagus untuk tim asuhan Gerald Vanenburg sebagai pemanasan sebelum terjun di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada September mendatang.
Pelatih Gerald Vanenburg tidak membawa pemain-pemain terbaik di ajang ini, lebih memilih memaksimalkan mereka yang merumput di Liga 1.
Kekuatan terbaik baru akan turun saat Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada September nanti, karena itu merupakan gerbang awal menuju Olimpiade.
Pecinta sepak bola Tanah Air tentu tidak bisa melihat nama-nama besar seperti Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Ivar Jenner, Ramadhan Sananta turun di Piala AFF U-23 2025.
Berita Terkait
-
Breaking News! Jens Raven Resmi Gabung Bali United
-
Dibujuk Patrick Kluivert Bela Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Rp31 Miliar Kini Pengangguran
-
Dilatih Pelatih Eropa, Yabes Roni Ungkap Perubahan Signifikan di Bali United
-
Uji Coba Lawan Persik Kediri, PSIM Yogyakarta Perlu Evaluasi Beberapa Aspek
-
Plus Minus Keputusan Jens Raven Gabung Bali United, Pilihan Tepat?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League