Suara.com - Shayne Pattynama pemain keturunan Timnas Indonesia memilih untuk tidak mengikuti beberapa rekannya merumput di Super League atau kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air.
Shayne Pattynama memutuskan buat melanjutkan karier di Thailand bersama Buriram United.
Padahal, beberapa tim Super League disebut-sebut berminat dengan pemain berdarah Belanda itu. Diantaranya adalah Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Sedangkan sejumlah nama pemain keturunan memutuskan tampil di Super League yaitu Jordi Amat (Persija Jakarta), Jens Raven (Bali United), dan kemungkinan besar Rafael Struick (Dewa United).
Shayne Pattynama mengaku bergabung dengan Buriram United demi menit bermain. Selain itu, klub ini salah satu raksasa yang ada di Thailand.
"Terasa sangat baik, tim yang besar, ini klub besar di Thailand, tentu saja dan rasanya sangat senang menjadi bagian dari Buriram," kata Shayne Pattynama dilansir dari kanal YouTube klub, Senin (14/7/1015).
"Musim pertama ini adalah bermain sebanyak mungkin, menunjukkan kualitas saya di sini, menunjukkan bahwa saya bisa membantu tim dengan kualitas menyerang saya, misalnya memberikan asis," jelasnya.
Menit bermain bersama klub memang perlu untuk terus menjaga performa permainan, terlebih Shayne adalah pemain Timnas Indonesia.
Bukan cuma tampil, eks penggawa KAS Eupen tersebut ingin mencetak gol. Tidak mudah karena sang pemain berposisi sebagai bek sayap.
Baca Juga: AFF U-23: Timnas Indonesia Diprediksi Menang Mudah Atas Brunei, Kok Bisa?
"Mungkin mencetak beberapa gol dan menunjukkan apa yang saya mampu," lanjutnya.
Shayne berharap Buriram bisa mempertahankan performa musim depan sebagai tim juara. Ia akan berusaha supaya klub ini terus memberikan prestasi.
"Memenangkan juara sebanyak mungkin karena musim lalu mereka memenangkan banyak kejuaraan," tegas Shayne.
"Musim ini kami perlu mencoba untuk mendapatkan lebih banyak lagi dan menjadi lebih baik dari musim lalu," tutupnya.
Buriram United sendiri bukan klub sembarangan. Mereka merupakan salah satu kekuatan dominan di Liga Thailand, dengan sejarah panjang gelar juara dan partisipasi reguler di kompetisi Asia.
Kehadiran pemain asing berkualitas tinggi di klub ini juga menjanjikan persaingan yang sehat bagi Shayne untuk terus berkembang.
Adaptasi Shayne di Thailand pun dipermudah dengan manajemen klub yang profesional serta dukungan penuh dari suporter Buriram.
Sejak kedatangannya, ia langsung menjalani program latihan intensif dan masuk ke dalam rencana tim utama untuk kompetisi musim baru.
Dari sisi pribadi, Shayne juga mempertimbangkan kestabilan karier jangka panjang.
Bermain di luar negeri menjadi salah satu strategi untuk menjaga performa dan menjaga konsistensinya sebagai bagian dari skuad Timnas Indonesia.
Menit bermain yang reguler dan kualitas pertandingan yang tinggi di Liga Thailand diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kontribusinya di level internasional.
Langkah Shayne memilih bermain di Thailand menunjukkan bahwa pemain keturunan juga mempertimbangkan banyak faktor dalam memilih klub, bukan hanya popularitas atau kedekatan geografis.
Keputusan ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain lain untuk mengejar karir di luar negeri demi pengembangan diri dan kontribusi lebih besar untuk sepak bola Indonesia.
Keputusan Shayne Pattynama melanjutkan karir di Thailand juga mencerminkan perubahan arah dari tren pemain keturunan yang selama ini lebih banyak memilih pulang ke Indonesia.
Dengan memilih Buriram United, Shayne menunjukkan bahwa target utama dalam kariernya saat ini bukan sekadar popularitas, melainkan tantangan kompetitif yang bisa mendorongnya mencapai level permainan tertinggi.
Di tengah euforia transfer pemain ke Super League Indonesia, Shayne justru mengambil langkah berbeda.
Ia memilih liga yang menawarkan tekanan lebih tinggi, baik dari segi intensitas pertandingan, kualitas lawan, hingga ekspektasi juara.
Buriram dikenal sebagai klub yang menuntut standar tinggi dari para pemainnya, terutama bagi pemain asing yang diharapkan memberi dampak langsung terhadap performa tim.
Posisi Shayne sebagai bek sayap membuatnya harus bekerja ekstra di sistem permainan Buriram yang agresif dan dinamis.
Selain bertahan, ia dituntut berkontribusi dalam membangun serangan.
Ini menjadi tantangan tersendiri yang juga bisa melatih kematangannya sebagai pemain bertipe modern—bisa menyerang dan bertahan dengan sama baik.
Secara strategi, langkah Shayne bisa memberikan efek ganda.
Di satu sisi, ia menjaga peluang tampil konsisten di level klub, dan di sisi lain, ia tetap berada dalam radar pelatih Timnas Indonesia, terutama untuk laga-laga internasional yang membutuhkan pemain dengan pengalaman dan ritme kompetisi tinggi.
Kehadiran Shayne di Thailand memperkaya representasi pemain Indonesia di pentas internasional.
Ia menjadi contoh bahwa pemain keturunan tidak harus selalu kembali ke liga domestik untuk berkembang. Dengan modal disiplin dan pengalaman dari Eropa, Shayne diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung skuad Garuda untuk jangka panjang.
Tag
Berita Terkait
-
AFF U-23: Timnas Indonesia Diprediksi Menang Mudah Atas Brunei, Kok Bisa?
-
Here We Go! Bali United Rekrut Eks Rekan Thom Haye, Senior Jens Raven?
-
10 Pemain Paling Berharga di Super League: Jordi Amat Masuk Daftar, Thom Haye Menyusul?
-
Gabung Bali United, Jens Raven Dipastikan Hadapi Dua Tantangan Sekaligus
-
Eksistensi Jay Idzes Terancam Pemain Keturunan Rp10,43 Miliar
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Modal Pesta Gol, Beckham Putra Optimistis Persib Tundukkan Persebaya
-
Badai Cedera Manchester United: Perkembangan Pemulihan Matthijs de Ligt Berjalan Lambat
-
Dulu Bikin Gol Cantik ke Gawang Jepang, Pemain Keturunan Ini Malah Tak Bisa Dinaturalisasi PSSI
-
Detik-detik Menegangkan Lionel Messi Tersungkur Diterjang Fans dan Sekuriti di Puerto Rico
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Jepang Dilarang Iri, Timnas Indonesia Lebih Hebat dari Raksasa Asia dalam Aspek Ini
-
Efek Maarten Paes? Ajax Suguhkan Kuliner Khas Indonesia saat Makan Siang, Ada Rendang hingga Soto
-
Eks Klub Justin Hubner Menggila, Jaga Asa Bertahan di Premier League usai Bungkam Aston Villa
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire