Suara.com - Tiga dari tujuh pemain diaspora masih berstatus tanpa klub, satu per satu pemain akhirnya mendapatkan klub meski tidak lagi di Eropa.
Empat pemain diaspora yang sebelumnya berstatus tanpa klub kini satu per satu berlabuh ke Liga 1.
Dimulai dari Jordi Amat yang bergabung Persija Jakart, kemudian Rafael Struick yang bergabung Dewa United.
Lalu ada Jens Raven yang bergabung Bali United, sebelum itu Shayne Pattynama lebih dulu ke Thailand.
Bek kiri Timnas Indonesia itu bergabung dengan klub papan atas Liga Thailand, Buriram United.
Meski begitu masih ada tiga pemain yang menganggur alias belum mendapatkan klub baru.
Ketiga pemain ini bahkan dikaitkan dengan sejumlah klub Liga Indonesia, tentu saja ini menarik untuk diikuti.
Mengingat status mereka sebagai pemain Timnas Indonesia hasil dari naturalisasi diaspora.
Publik Tanah Air tentu berharap mereka tidak mengikuti jejak pemain lain dengan merambah ke Asia Tenggara.
Baca Juga: Mengingat Kembali 3 Alasan Naturalisasi Pemain Keturunan Timnas Indonesia
Apalagi bermain di Liga Indonesia, tetapi jika bertahan di Eropa tetapi tidak mendapat menit bermain juga percuma.
Lantas siapa saja pemain diaspora di Timnas Indonesia yang masih berstatus tanpa klub? berikut di antaranya.
1. Thom Haye
Gelandang Timnas Indonesia ini masih berstatus tanpa klub, meski dikaitkan banyak klub dari Eropa.
Seperti OCG Nice dari Prancis hingga Watford dari Liga Inggris, adapun klub Liga Indonesia.
Namun terlalu dini bagi Thom Haye untuk berkarier di Liga Indonesia, kualitasnya masih cukup untuk bertahan di Eropa.
Berita Terkait
-
Mengingat Kembali 3 Alasan Naturalisasi Pemain Keturunan Timnas Indonesia
-
Rekan Jay Idzes Disinggung AFF, Segera Bela Timnas Indonesia
-
3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia yang Tanpa Klub, Siapa Gabung Dewa United?
-
Timnas Indonesia U-23 Batal Cetak Rekor Imbas Jens Raven Gabung Bali United
-
Perkiraan Gaji Jens Raven di Bali United, Masih Kecil di Tahun Pertama?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet
-
Cerita Heroik Warga Hadang Massa, Cegah Halte Petamburan Dibakar
-
Sincerely, Estafet Karya Legenda Jepang Haruomi Hosono Setelah Note of Mothership di Album ke-23
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
-
Isu Hercules Muncul di Tengah Kericuhan 27 Agustus, Polda Metro: Masih Didalami
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi