Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa dirinya siap menjadi sasaran kritik dan hujatan dari publik atas performa tim nasional Indonesia. Namun, ia mengingatkan agar serangan tersebut tidak diarahkan kepada para pemain dan pelatih yang sedang berjuang bersama skuad Garuda.
Ia secara khusus melempar pernyataan kepada pengamat-pengamat dan netizen yang memberikan tanggapan usai drawing round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
“Saya melihat kemarin, setelah drawing (grup putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia), banyak pengamat membuat penilaian. Ada yang pesimis, ada yang optimis," kata Erick Thohir.
"Kalau saya yakin fans bola di akar rumput, memberi dorongan luar biasa kepada tim nasional. Tapi kalau di warganet seperti biasa,” lanjutnya.
Ia meminta masyarakat untuk tidak langsung menjatuhkan mental tim, terutama ketika pelatih bahkan belum sempat bekerja, tetapi sudah menerima kritik keras.
"Saya cuma berpesan. Tolong. Hujat saya, kritik saya, tidak ada masalah. Tapi tolong jangan pecahkan tim nasional. Pelatih belum pekerja, sudah dihujat. Ya, pemain dihujat," katanya.
Lebih lanjut, Erick juga menyampaikan rasa hormatnya kepada para pendukung sejati timnas yang datang langsung ke stadion untuk memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan siap menjadi sasaran kemarahan publik, asalkan semangat untuk mendukung timnas tetap terjaga.
"Saya sangat apresiasi kepada supporter sepak bola yang di akar rumput, yang real, yang datang ke stadium. Saya mohon. Saya Erick Thohir dihujat tidak apa-apa. Tapi tim nasional mohon didukung dengan segala dinamika prestasinya," lanjutnya.
Dalam hasil undian putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia tergabung di Grup B bersama dua kekuatan besar, yakni Arab Saudi dan Irak.
Baca Juga: Ole Romeny Patah Tulang, Penyerang Jangkung 1,88 Meter Segera Menghadap DPR
Erick mengakui adanya perbedaan signifikan dalam peringkat FIFA, namun ia tetap mengajak masyarakat untuk menyambut tantangan ini dengan semangat dan keyakinan.
(Antara)
Berita Terkait
-
Ole Romeny Patah Tulang, Penyerang Jangkung 1,88 Meter Segera Menghadap DPR
-
Batal Gabung Lyngby Boldklub, 3 Klub Belanda yang Bisa Jadi Labuhan Baru Nathan Tjoe-A-On
-
Dipantau Alex Pastoor, 3 Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Layak Dipanggil ke Senior
-
3 Aspek Ini Perlu Diperbaiki Timnas Indonesia U-23 Jelang Hadapi Filipina
-
Rekor Buruk Hantui Patrick Kluivert di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Terkini
-
Media Eropa: Kemungkinan Layvin Kurzawa Teken Kontrak Persib Bandung Akhir Pekan
-
Daftar Rekor Buruk Layvin Kurzawa, Cuma Modal Nama Besar PSG
-
Rekor Mengerikan Filipina di Piala AFF
-
Emil Audero Masuk 5 Besar Kiper Terbaik di Liga Top Eropa
-
Mengupas Kekuatan Bulgaria: Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series yang Pernah Guncang Pildun 1994
-
Ranking FIFA Terbaru Timnas Indonesia Masih Lebih Rendah dari Malaysia
-
Haaland Minta Maaf dan Sebut Kekalahan Manchester City dari Bodo/Glimt Memalukan
-
Persib Bandung Rekrut Layvin Kurzawa untuk Jangka Pendek
-
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Bulgaria Jelang Bentrok di FIFA Series 2026
-
Pep Guardiola Guardiola Beberkan Alasan Manchester City Dipermalukan Bodo/Glimt