Bola / BolaTaiment
Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:45 WIB
Pemilik Inter Miami, Jorge Mas (kiri) bersama Donald Trump dan Lione Messi [Instagram]
Baca 10 detik
  • Donald Trump memanfaatkan pertemuan dengan Lionel Messi dan Inter Miami untuk mengampanyekan isu politik mengenai Kuba.
  • Trump mengisyaratkan potensi perubahan hubungan AS-Kuba di hadapan pemilik Inter Miami, Jorge Mas, keturunan Kuba.
  • Messi dipandang fokus menjaga citra globalnya; ia hanya terlibat jika isu politik tidak merusak "Brand Messi".

Suara.com - Pertemuan antara Lionel Messi dan tim Inter Miami dengan Donald Trump ternyatan dimanfaatkan Presiden AS itu sebagai kampanye politik.

Trump dalam kesempatan itu berbicara panjang lebar soal Kuba di hadapan Lionel Messi dan skuat Inter Miami lainnya.

Menariknya bukan tanpa sebab Trump bicara dan terkesan berikan ancaman kepada Kuba. Di rombongan Inter Miami ternyata ada sosok milioner keturunan Kuba.

Ia adalah pemilik Inter Miami Jorge Mas. Di hadapan Mas dan Lionel Mess Cs, Trump mengisyaratkan perubahan besar dalam hubungan Amerika Serikat dan Kuba. Ia menyebut pemerintah Kuba sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.

“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Anda tidak punya bayangan betapa inginnya mereka,” kata Trump dilansir dari WCNC

Lionel Messi bertemu Donald Trump di Gedung Putih untuk rayakan juara MLS Cup di tengah situasi panas AS-Iran. Trump puji Messi dan bandingkan dengan Pele.. [Dok. X idxtratime]

Dalam kesempatan itu, Trump berbicara langsung kepada Jorge Mas. Presiden AS itu memberi isyarat bahwa perubahan di Kuba bisa terjadi dalam waktu dekat.

“Kamu akan kembali ke sana. Itu akan menjadi hari yang luar biasa, bukan?” ujar Trump kepada Mas.

Meski memberi sinyal adanya kesepakatan, Trump mengatakan fokus pemerintahannya saat ini masih pada konflik dengan Iran.

Trump menegaskan langkah terhadap Kuba kemungkinan akan dilakukan setelah situasi geopolitik lain selesai ditangani.

Baca Juga: Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah

“Kita ingin melakukan sesuatu yang spesial untuk Kuba, tapi mari selesaikan yang satu ini dulu,” kata Trump. “Kalau dilakukan semuanya sekaligus, kadang hal buruk bisa terjadi.”

Sementara itu, Profesor hubungan internasional dari Georgia Tech, Kirk Bowman, menilai kunjungan Messi ke Gedung Putih sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

Menurutnya, keputusan tersebut bisa berkaitan dengan strategi jangka panjang sang pemain.

“Dia selalu berpikir dalam jangka panjang, baik dalam karier sebagai pemain maupun dalam membangun kekayaan,” kata Bowman dilansir dari WLNS.

Dalam acara itu, Messi berdiri di samping Trump ketika presiden berbicara tentang berbagai isu internasional, termasuk Iran, Kuba, dan Venezuela.

Di akhir pidato, Messi sempat terlihat memberikan tepuk tangan.

Load More