Suara.com - Borussia Monchengladbach harus menelan kekalahan 1-3 dari FK Metalist 1925 Kharkiv dalam laga uji coba pramusim di Rottach-Egern, Jerman, Selasa waktu setempat.
Meski kalah, laga ini menjadi panggung debut dua rekrutan anyar mereka, Haris Tabakovic dan Kevin Diks, yang langsung mencuri perhatian.
Tabakovic, striker asal Bosnia yang dipinjam dari TSG Hoffenheim, mencetak satu-satunya gol Gladbach dalam pertandingan ini.
Striker berusia 31 tahun itu tampil menonjol di lini depan dan menunjukkan insting tajamnya di kotak penalti.
Golnya tercipta pada menit ke-33, usai menerima umpan terobosan brilian dari Kevin Stoger. Tabakovic menyelesaikannya dengan sepakan first-time ke gawang lawan.
“Saya merasa nyaman di kotak penalti. Umpan Kevin luar biasa, dan saya hanya mencoba menyelesaikannya sebaik mungkin,” ucap Tabakovic usai laga seperti dikutip dari kicker
Sementara itu, Kevin Diks, pemain keturunan Indonesia yang baru pulih dari cedera paha saat memperkuat Timnas Indonesia melawan Jepang, juga tampil solid di sektor pertahanan.
Ia bermain sebagai bek kanan pada babak kedua, sebelum dipindah ke kiri usai rekan setimnya Lukas Ullrich ditarik keluar.
1 detik jalani debut tak resmi bersama Gladbach, Kevin Diks langsung cetak rekor.
Baca Juga: Debut Kevin Diks Dipuji Setinggi Langit Pelatih Gladbach: Kualitasnya Langka
Selain jadi pemain Timnas Indonesia pertama yang jalani pertandingan bersama klub Bundesliga, Kevin Diks juga jadi pemain Indonesia pertama yang mendapat pujian dari pelatih klub Jerman.
Pelatih Gladbach, Gerardo Seoane memuji penampilan debut Diks.
“Dia menunjukkan ketenangan dan kedewasaan dalam membaca permainan. Yang terpenting, dia bisa bermain satu babak penuh tanpa kendala. Itu sangat kami syukuri,” ujar Seoane.
“Yang paling penting, Kevin berhasil bermain selama satu babak tanpa kendala. Itu langkah besar dalam proses pemulihannya,” ujar Seoane dikutip dari ligainsider.de
Seoane juga memuji ketenangan Diks saat menguasai bola dan kedewasaannya dalam membaca permainan.
"Ia punya visi, tahu kapan harus menahan atau mengalirkan bola. Itu kualitas yang langka," tambahnya.
Berita Terkait
-
Debut Kevin Diks Dipuji Setinggi Langit Pelatih Gladbach: Kualitasnya Langka
-
Bikin Malu! Pelecehan Kekasih Hokky Caraka Jadi Sorotan Media Asing
-
Patrick Kluivert Tolak Pinggang Bertemu Nurdin Halid, Ada Masalah Apa?
-
Pemain Muda Gak Guna! Sepak Bola Malaysia Diambang Keruntuhan
-
Syamsir Alam Eks Timnas U Berapa? Sempat Ribut dengan El Rumi Saat Tanding Sepak Bola
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung