Bola / Bola Dunia
Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:11 WIB
Pelatih kepala Chelsea Mauricio Pochettino bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris menghadapi Manchester City di Stamford Bridge di London pada 12 November 2023. Pertandingan berakhir 4-4. Glyn KIRK / IKIMAGES / AFP
Baca 10 detik
  • Mauricio Pochettino menegaskan kesiapan mental Timnas AS jauh lebih penting daripada pidato motivasi.

  • Skuad Amerika Serikat dipastikan tampil dengan kekuatan penuh setelah Chris Richards dinyatakan pulih.

  • Paraguay menjadi batu sandungan berat bagi AS bermodalkan kemenangan atas Brasil dan Argentina.

Suara.com - Pelatih kepala Amerika Serikat Mauricio Pochettino menegaskan masa-masa pembakaran semangat lewat kata-kata sudah selesai. Pasukan Negeri Paman Sam kini sepenuhnya fokus menatap laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Paraguay.

Pochettino menyatakan performa di lapangan hijau murni urusan kesiapan individu pemain. Retorika sehebat apa pun tidak akan mampu menolong pesepak bola yang belum siap bertanding.

"Saya pikir sekarang adalah momen di mana mereka perlu membangun cara untuk bersiap secara emosional dan mental, dan saya pikir semua orang tahu bagaimana cara untuk siap," ujar Pochettino dikutip ESPN.

Pelatih timnas Amerika Serikat Mauricio Pochettino (FIFA)

"Saya pikir sekarang mereka tidak butuh motivasi eksternal atau pidato inspiratif. Jika Anda mengenal pemain dan pola pikir pemain, mereka membutuhkan [itu] sebelumnya untuk mendapatkan kemampuan terbaik mereka," tambahnya.

"Teman-teman membutuhkan pidato motivasi... ketika mereka harus pergi berlatih dan berkembang di setiap lini karena besok sudah terlambat. Jika mereka tidak siap, saya bisa menjadi yang terbaik dalam memotivasi pemain dengan pidato saya. Namun jika Anda tidak siap, maaf teman-teman, tidak mungkin untuk tampil maksimal," tegas mantan manajer Chelsea tersebut.

Kabar baik berembus dari ruang medis setelah 26 nama pemain dinyatakan fit dan siap merumput. Bek andalan Chris Richards juga terpantau sudah melahap seluruh menu latihan usai pulih dari cedera pergelangan kaki.

Gestur pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino pada laga Liga Inggris kontra Wolves di Stadion Molineaux, Minggu (24/12) malam WIB. [Paul ELLIS / AFP]

"Saya pikir kita merayakan bahwa kita siap memulai kompetisi dengan 26 pemain yang tersedia untuk dipilih," kata Pochettino penuh syukur.

"Chris tersedia untuk dipilih dan kemudian kami akan memutuskan apakah akan tampil sejak awal pertandingan atau di bangku cadangan, tetapi saya pikir kami merayakan kinerja staf medis dan [staf] performa kami yang bekerja sangat keras untuk memulihkannya," ungkapnya mengenai kondisi sang pemain bertahan.

Arsitek taktik asal Argentina ini mengaku sudah mengantongi komposisi 11 pemain pertama. Kendati demikian, ia memilih untuk merahasiakan kerangka utama tersebut dari publik.

Baca Juga: Jelang Lawan Skotlandia, FIFA Paksa Timnas Haiti Desain Ulang Jersey, Kenapa?

Pochettino kemudian merefleksikan dinamika perkembangan anak asuhnya selama rentang waktu 20 bulan kepemimpinannya. Konsistensi dalam berjuang menjadi kunci utama peningkatan level permainan timnya.

"Saya pikir pada akhirnya menjadi konsisten dalam perjuangan kami, saya pikir itulah mengapa kami dapat mengatakan bahwa [kami] tiba dalam kondisi yang sangat baik."

Target besar Pochettino bukan sekadar memetik poin penuh, melainkan menyulut demam sepak bola di seluruh penjuru negeri host. Ia ingin menyajikan permainan yang penuh determinasi agar masyarakat Amerika Serikat bangga.

"Kami harus memenangkan pertandingan, itu sangat penting, tetapi bermainlah dengan gairah dan menerjemahkannya [serta] membuat para penggemar merasa bangga dengan apa yang mereka lihat di lapangan."

Piala Dunia 2026 ini menjadi lembaran sejarah baru bagi Amerika Serikat yang bertindak sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. Ini merupakan kali pertama wilayah Amerika Utara menggelar Piala Dunia sejak edisi legendaris tahun 1994.

Di sisi lain, Paraguay datang ke SoFi Stadium dengan status tim pembunuh raksasa. Skuad asuhan Gustavo Alfaro tersebut memiliki modal kepercayaan diri tinggi setelah menumbangkan tim besar sekelas Argentina dan Brasil pada fase kualifikasi.

Load More