Suara.com - Fenomena tarian Pacu Jalur asal Riau semakin mendunia. Setelah sempat viral dan ditiru oleh klub-klub besar Eropa seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan AC Milan, kini gerakan khas tersebut muncul di tengah perayaan gelar juara Timnas Inggris di Piala Eropa Wanita 2025.
Dalam parade kemenangan yang meriah di atas bus atap terbuka, salah satu bintang Timnas Putri Inggris, Chloe Kelly, tertangkap kamera melakukan gerakan tarian Pacu Jalur.
Aksi Chloe yang enerjik dan penuh gaya langsung mencuri perhatian publik, terutama para pengguna media sosial.
Momen tersebut viral setelah diunggah akun X (dulu Twitter) @MailSport, lengkap dengan caption kocak: "Chloe Kelly ‘aura farming’ during the Lionesses Euro 2025 victory parade."
Unggahan itu pun memicu gelombang komentar dari netizen yang tak menyangka budaya khas Indonesia bisa sampai ke pesta sepak bola Eropa.
Apa Itu Pacu Jalur dan Aura Farming?
Tarian Pacu Jalur merupakan bagian dari tradisi lomba perahu tradisional khas Riau, yang kini meledak popularitasnya di media sosial.
Salah satu video viral memperlihatkan seorang bocah di ujung perahu melakukan tarian ikonik yang belakangan disebut sebagai "aura farming."
Istilah "aura farming" berasal dari budaya Gen Z dan Gen Alpha yang berarti menunjukkan citra keren atau dominan lewat gestur atau aksi tertentu.
Klub-klub top Eropa seperti PSG bahkan menyunting selebrasi Neymar dan Bradley Barcola dengan musik dan gaya Pacu Jalur, sementara maskot AC Milan, Milanello, juga ikut menari dalam video parodi.
Baca Juga: Jens Raven Diparkir Gerald Vanenburg, Buntut Selebrasi Pacu Jalur?
Timnas Putri Inggris Pertahankan Gelar
Timnas Putri Inggris sukses mempertahankan gelar juara Piala Eropa Wanita 2025 setelah mengalahkan Spanyol di final lewat drama adu penalti.
Laga sengit yang berlangsung di St. Jakob-Park, Swiss, berakhir imbang 1-1 selama waktu normal dan extra time, sebelum Inggris menang 3-1 lewat tos-tosan.
Kiper Hannah Hampton tampil sebagai pahlawan dengan dua penyelamatan krusial di babak penalti.
Sang penjaga gawang pun dinobatkan sebagai Player of the Match, mempersembahkan gelar kedua The Lionesses setelah edisi 2022.
Namun di balik euforia kemenangan itu, gerakan Chloe Kelly yang ikut-ikutan aura farming menandai betapa luasnya pengaruh budaya populer Indonesia, khususnya tarian Pacu Jalur, dalam panggung global.
Dari Riau ke Eropa, Pacu Jalur Kini Mendunia
Apa yang bermula dari ekspresi polos seorang bocah Riau di perahu kini menjelma jadi ikon budaya digital lintas benua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia