Suara.com - Seorang pemain keturunan Indonesia kembali mencuri perhatian setelah terlihat menambahkan “@TimnasIndonesia” dalam bio Instagram pribadinya. Langkah ini memicu spekulasi mengenai peluang naturalisasi Timnas Indonesia yang semakin terbuka.
Pemain tersebut adalah Sem Yvel, gelandang serang muda yang saat ini bermain bersama NAC Breda U-21 di Eredivisie Belanda. Ia memiliki darah keturunan Indonesia dari pihak ibu yang berasal dari Surabaya.
Langkah PSSI dalam mencari pemain keturunan Indonesia untuk naturalisasi kini tengah difokuskan pada posisi penyerang. Namun potensi gelandang serang seperti Sem Yvel patut dipertimbangkan.
Nama-nama seperti Mauro Zijsltstra, Miliano Jonathans, dan Adrian Wibowo memang sedang diprioritaskan untuk memperkuat lini depan Timnas Indonesia. Tapi lini tengah juga krusial.
Pemain seperti Sem Yvel memiliki atribut menarik untuk memperkuat kreativitas dan penyelesaian akhir di sektor gelandang serang Timnas Indonesia. Ia bisa menjadi aset jangka panjang.
Sem Yvel sendiri diketahui memiliki darah Indonesia dari kakek, nenek pihak ibu dan nenek dari pihak ayahnya. Gelandang serang muda ini lahir di Belanda pada 10 April 2005.
Sebelum bermain untuk NAC Breda U-21, Sem Yvel pernah menimba ilmu di akademi Feyenoord dan ADO Den Haag. Karier mudanya cukup menjanjikan di kancah Eropa.
Pemain keturunan Indonesia ini kemudian bermain untuk Smitshoek U-19 sebelum akhirnya bergabung ke NAC Breda U-21 pada tahun 2023. Ia menunjukkan performa konsisten di sana.
Selama membela NAC Breda U-21, gelandang serang muda ini berhasil mencetak tiga gol dalam 15 pertandingan di berbagai kompetisi U-21 Belanda. Ini catatan produktif.
Baca Juga: Ajax Amsterdam Sepakati Transfer Teman Kevin Diks, Gantikan Jorrel Hato
Catatan tersebut membuka peluang Sem Yvel masuk dalam skuad utama NAC Breda. Ia beberapa kali disertakan dalam laga uji coba sejak musim panas 2024.
Namun, hingga saat ini PSSI belum menunjukkan tanda-tanda memasukkan namanya ke daftar naturalisasi Timnas Indonesia. Penyebabnya cukup kompleks.
Sem Yvel sejatinya sempat bergabung dalam skuad Timnas Indonesia U-19 untuk turnamen Maurice Revello atau Toulon Tournament 2024. Namun kontribusinya minim.
Dalam lima laga Timnas Indonesia U-19 saat itu, gelandang serang muda ini hanya bermain dua kali. Bahkan ia dimainkan bukan di posisi aslinya.
Di bawah arahan Indra Sjafri, Sem Yvel ditempatkan sebagai gelandang bertahan dan gelandang tengah, bukan sebagai gelandang serang. Hal itu memengaruhi penampilannya.
Akibat penempatan posisi yang kurang tepat, Sem Yvel dianggap belum bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di level internasional. Ini jadi pertimbangan PSSI.
Sementara pemain keturunan Indonesia lainnya seperti Dion Markx dan Tim Geypens lebih diprioritaskan untuk proses naturalisasi karena tampil lebih menonjol.
Kondisi ini membuat Sem Yvel belum mendapat perhatian lebih dalam skema naturalisasi Timnas Indonesia. Namun peluangnya belum sepenuhnya tertutup.
Jika mampu menunjukkan performa impresif bersama NAC Breda, apalagi bisa menembus tim utama, maka pintu naturalisasi bisa kembali terbuka lebar untuknya.
Beberapa laga uji coba yang melibatkan dirinya bersama tim utama NAC Breda menjadi sinyal bahwa klub percaya pada potensi Sem Yvel. Ini jadi modal penting.
PSSI kemungkinan besar akan kembali meninjau performa para pemain keturunan Indonesia jika mereka mampu bersaing di level profesional bersama klub masing-masing.
Pemain keturunan Indonesia yang punya jam terbang tinggi di klub Eropa tentu punya nilai lebih dalam seleksi dan naturalisasi Timnas Indonesia.
Apalagi Sem Yvel kini dengan sengaja mencantumkan akun Timnas Indonesia di bio Instagram-nya. Ini bisa diartikan sebagai sinyal kuat dirinya ingin membela Garuda.
Dukungan dari publik juga bisa menjadi pendorong agar PSSI melirik kembali gelandang serang muda ini dalam skema jangka menengah.
Timnas Indonesia memang tengah mencari sosok gelandang serang kreatif yang bisa menopang permainan agresif dan membongkar pertahanan lawan.
Sem Yvel bisa jadi jawaban dari kebutuhan tersebut jika diberi kesempatan bermain reguler di tim utama NAC Breda dan berkembang secara signifikan.
Dengan usianya yang masih 20 tahun, ia punya waktu untuk berkembang lebih matang dan membuktikan dirinya layak berseragam Merah Putih.
Proses naturalisasi Timnas Indonesia kini semakin selektif dan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk performa, konsistensi, dan kebutuhan taktis.
Sem Yvel masih memiliki peluang jika dirinya tak menyerah dan terus membangun performa terbaik di kompetisi Belanda bersama NAC Breda.
Pemain keturunan Indonesia yang menunjukkan tekad besar dan progres nyata akan lebih mudah menarik perhatian PSSI untuk proses naturalisasi.
Langkah Sem Yvel di media sosial yang menunjukkan minat terhadap Timnas Indonesia bisa menjadi awal dari perjalanan panjangnya menuju skuad Garuda.
Kini semua mata tertuju pada bagaimana perjalanan karier Sem Yvel di musim ini bersama klub Eredivisie itu. Setiap laga bisa menentukan nasibnya.
Jika mampu mencuri perhatian, besar kemungkinan ia akan mengikuti jejak para pemain keturunan Indonesia lainnya yang kini memperkuat Timnas.
Meski sempat gagal di Toulon Tournament, kesempatan kedua bisa saja datang kapan pun, terlebih jika performanya terus menanjak.
Timnas Indonesia selalu terbuka bagi pemain keturunan yang punya kualitas dan kecintaan pada tanah leluhur mereka.
Sem Yvel kini hanya perlu membuktikan bahwa dirinya layak masuk dalam daftar pemain naturalisasi Timnas Indonesia di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool
-
Pascal Struijk Pamer Tato Garuda Usai Asisten Timnas Indonesia Berkunjung ke Leeds, Kode Gabung?
-
Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong
-
Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026
-
Orleans Masters 2026: Tumbang dari Unggulan, Ubed Akui Petik Pelajaran Berharga