Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers menghadapi situasi sulit pada bursa transfer musim panas 2025 setelah rencananya meninggalkan FC Twente belum mendapat respons positif dari klub lain.
Hingga saat ini, bek berusia 24 tahun itu belum mendapat tawaran serius meski pihak FC Twente sudah memberi lampu hijau untuk melepasnya.
Pengamat sepak bola, Tijmen van Wissing dan Anco Jansen, menilai ada dua faktor utama yang membuat transfer Mees Hilgers berjalan buntu.
Menurut Van Wissing, penurunan performa Mees Hilgers di akhir musim 2024-2025 menjadi penghambat utama.
"Dia (Mees Hilgers) jelas juga mengalami musim yang sangat buruk," kata Van Wissing, dilansir dari Twente Fans, Sabtu (9/8/2025).
Jansen menambahkan bahwa performa di bawah standar tersebut cukup mengejutkan bagi pemain dengan potensi sebesar Mees Hilgers.
"Untuk seseorang dengan potensi dan kualitas seperti dia, dia mengalami musim yang buruk," timpal Jansen.
Faktor kedua adalah status Mees Hilgers sebagai pemain Timnas Indonesia yang berpotensi membuatnya sering absen dari klub.
"Dia juga memilih bermain untuk tim nasional Indonesia. Klub-klub juga tidak senang dengan hal itu, karena harus terus-menerus pergi ke Kamboja atau Laos," ungkap Jansen.
Baca Juga: Isu Cerai dengan Pratama Arhan, Isi Chat Azizah Salsha dengan Ibu Terbongkar: Jangan Tinggalkan...
Selain itu, Jansen mengungkapkan bahwa Mees Hilgers juga mulai rentan cedera dalam beberapa waktu terakhir.
"Dia juga tiba-tiba rentan cedera. Saya rasa tidak banyak klub yang akan membayarnya sekarang," tambahnya.
Van Wissing menegaskan bahwa jika ada klub yang benar-benar menginginkan Mees Hilgers, transfer seharusnya sudah terjadi sejak awal.
"Jika mereka benar-benar menginginkannya, transfernya sudah dilakukan," kata Van Wissing.
Kondisi ini membuat Mees Hilgers harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan dirinya layak mendapat kesempatan di klub baru sebelum jendela transfer ditutup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
-
Piala Dunia 2026 Memanas: FIFA Tolak Keberatan Mesir dan Iran Terkait Atribut LGBT
-
Siapa Suzanne Huurman? Dokter Perempuan yang Pecahkan Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Sihir Vinicius Junior di Miami: Cetak Brace, Bikin Ancelotti Geleng-Geleng Kepala