Suara.com - Ragnar Oratmangoen akhirnya kembali merumput bersama FCV Dender setelah hampir lima bulan absen karena masalah kesehatan.
Momen comeback ini terasa spesial bukan hanya bagi klubnya di Liga Belgia, tetapi juga bagi Timnas Indonesia yang akan menghadapi agenda penting di FIFA Matchday September 2025.
Penyerang keturunan Maluku itu tampil saat Dender menjamu RSC Anderlecht di Dender Football Complex, Minggu (17/8/2025) malam WIB.
Meski timnya harus kalah 0-2 pada pekan keempat Liga Belgia musim 2025/2026, kehadiran Oratmangoen tetap memberi kabar positif.
Masuk pada menit ke-74 menggantikan Malcolm Viltard, Oratmangoen hanya bermain sekitar 16 menit.
Namun, kontribusinya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Data Fotmob mencatat, pemain berusia 27 tahun itu memperoleh rating 6,6. Ia membukukan akurasi operan 100 persen dari lima kali percobaan, melepaskan dua tembakan, serta melakukan dua tekel sukses dan dua kali recovery.
Catatan ini menandakan bahwa Oratmangoen bukan hanya aktif menyerang, tetapi juga membantu tim dalam bertahan.
Comeback ini terasa istimewa karena terakhir kali Oratmangoen tampil adalah pada Maret 2025 lalu.
Baca Juga: Erick Thohir Kenang IGK Manila, Tokoh Militer yang Persembahkan Emas SEA Games untuk Indonesia
Saat itu ia harus menepi akibat serangan virus yang tak dijelaskan secara detail oleh klub.
Cedera tersebut membuatnya melewatkan tiga pertandingan awal FCV Dender musim ini.
Kini, setelah kondisi fisiknya membaik, Oratmangoen bertekad untuk merebut kembali posisi utama di lini serang Dender.
Kabar Baik untuk Timnas Indonesia
Kembalinya Oratmangoen juga menjadi kabar gembira bagi Timnas Indonesia.
Di atas kertas, ia kini tersedia untuk memperkuat skuad Garuda yang akan melakoni dua laga FIFA Matchday September 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, menghadapi Kuwait (5 September) dan Lebanon (8 September).
Situasi ini makin penting karena Timnas Indonesia kehilangan Ole Romeny yang tengah mengalami cedera serius.
Romeny dipastikan absen di FIFA Matchday September dan bahkan diragukan pulih ketika skuad Garuda menghadapi laga berat di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kontra Irak dan Arab Saudi pada Oktober 2025 mendatang.
Dengan comeback Oratmangoen, pelatih Patrick Kluivert kini memiliki opsi segar di lini depan.
Publik tentu berharap sang striker bisa segera menemukan ketajamannya agar Timnas Indonesia tidak kehilangan daya dobrak di ajang internasional.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Juara Baru Bersinar di Final MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo
-
Jelang Lawan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Beckham Putra dan Julio Cesar
-
SD Kristen Manahan Solo Pertahankan Juara MilkLife Soccer Challenge
-
Kabar Buruk dari Arne Slot, Wataru Endo Bakal Menepi Berbulan-bulan Akibat Cedera Serius
-
Bali United vs Persija, Dony Tri Pamungkas Masih Bawa Duka
-
John Herdman Sudah Gatal Pimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Bojan Membeberkan Kondisi Fisik dan Mental Pemain Setelah Dikalahkan Ratchaburi FC
-
Duel Panas Cremonese vs Genoa Menjadi Pertaruhan Harga Diri Emil Audero
-
John Herdman soal Liga 2: Pemain Lagi Berjuang ke Level Berikutnya
-
Blusukan ke Liga 2! John Herdman Bidik Bintang Muda untuk Timnas Indonesia