Keputusan Haye mau bergabung Almere tak lepas dari bayaran besar yang diterimanya, di mana ia mendapat gaji 400 ribu euro (Rp7,5 miliar) per tahun.
Nominal tersebut membuatnya menjadi pemain dengan bayaran termahal di Almere bersama dengan empat pemain lainnya.
Selain karena gaji yang tinggi, status bebas transfer membuat Haye dan agennya, PUM, bisa meminta komisi kepada klub yang ingin merekrutnya.
Komisi ini bukanlah barang baru di bursa transfer, di mana untuk pemain berstatus tanpa klub, pemain dan agen bisa meminta komisi besar karena pihak klub tak perlu mengeluarkan biaya transfer.
Soal gaji dan komisi yang tinggi ini juga dibarengi dengan usia Haye yang sudah 30 tahun, di mana dirinya dirasa tak memiliki nilai jual tinggi seperti para pemain muda.
Alhasil tak banyak klub Belanda mau mendekati dan menawarinya bergabung meski Thom Haye terbilang konsisten selama lima musim terakhir di Eredivisie.
Berkarier di Asia?
Karena tak kunjung mendapatkan tawaran baru di Belanda, muncul rumor jika Thom Haye kini masuk dalam radar dua klub Asia Tenggara.
Dilansir dari akun Instagram @seasiagoal, Haye masuk dalam radar klub Thailand, Bangkok United, dan klub Indonesia, Persib Bandung.
Dengan kekuatan finansial yang dimiliki kedua tim besar ini, tak mengherankan jika keduanya berani mendekati eks pemain SC Heerenveen itu.
Baca Juga: 11 Pemain Super League yang Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Match Day, Dewa United Terbanyak
Diyakini kedua tim siap memberikan gaji besar yang diinginkan Haye yang tak bisa disanggupi beberapa klub papan tengah dan papan bawah Eredivisie.
Jika memutuskan bergabung Bangkok United, maka Haye akan mengikuti jejak Shayne Pattynama dan Sandy Walsh yang lebih dulu bergabung Buriram United di musim panas 2025.
Sementara andai menerima pinangan Persib, maka Haye akan mengikuti jejak Rafael Struick yang berkarier di Indonesia usai urung mendapat tawaran dari klub Eropa setelah dilepas Brisbane Roar.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim