- Alexander Zwiers ditunjuk sebagai Direktur Teknik PSSI 2025.
- Pengalamannya mencakup pembinaan pemain muda dan kesuksesan internasional.
- Ia memiliki ikatan personal dengan Indonesia dan misi besar untuk PSSI.
Suara.com - Alexander Zwiers resmi diperkenalkan sebagai Direktur Teknik PSSI pada 25 Agustus 2025 di Jakarta.
Penunjukan pria asal Belanda ini membawa harapan baru bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Zwiers dikenal sebagai sosok dengan pengalaman panjang dalam pembinaan pemain muda di level internasional.
Kehadirannya di PSSI 2025 juga menjadi sorotan karena memiliki ikatan personal dengan Indonesia.
Latar Belakang Alexander Zwiers
Alexander Zwiers lahir pada tahun 1975 di Belanda dan mengawali karier pada akhir 1990-an.
Sejak awal, fokus utamanya adalah mengembangkan akademi dan sistem pembinaan pemain muda.
Namanya mulai dikenal luas di Belanda setelah berhasil membangun reputasi di beberapa klub lokal.
Pada periode 2005 hingga 2015, Alexander Zwiers aktif sebagai pelatih dan koordinator teknis di akademi Belanda.
Baca Juga: Kontras Pernyataan Dirtek Baru PSSI dan Erick Thohir: Fokus Jangka Panjang vs Fokus Timnas
Ia terlibat dalam program scouting, metodologi, hingga pengelolaan sistem pembinaan usia muda.
Pengalaman ini menjadi fondasi penting sebelum dirinya dipercaya menangani proyek yang lebih besar.
Antara 2015 sampai 2019, Zwiers dipercaya sebagai konsultan federasi sepak bola Belanda atau KNVB.
Perannya saat itu berfokus pada pengembangan akademi, kurikulum pelatihan, hingga sistem lisensi pelatih.
Langkah tersebut memperluas pengaruhnya dalam dunia pembinaan pemain muda di Eropa.
Kesuksesan besar kemudian ia raih ketika menjabat Direktur Teknik Jordan FA sejak 2019.
Dalam enam tahun, Alexander Zwiers membawa Yordania lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia 2026.
Selain itu, Yordania juga menembus final Piala Asia 2023 yang menjadi pencapaian bersejarah.
Rekam jejak ini membuat PSSI 2025 yakin memilihnya sebagai arsitek pembinaan sepak bola nasional.
Ikatan Alexander Zwiers dengan Indonesia
Selain pengalaman internasional, Alexander Zwiers memiliki hubungan personal dengan Indonesia.
Istrinya merupakan warga negara Indonesia dan mereka sudah menikah lebih dari 25 tahun.
Bahkan, ia sempat tinggal selama empat tahun di Lippo Karawaci, Tangerang.
Kedekatan personal ini membuat Zwiers dianggap lebih memahami kultur masyarakat dan sepak bola Indonesia.
Sebagai Direktur Teknik PSSI, Zwiers mengemban misi besar untuk memperkuat fondasi pembinaan.
Ia ditugaskan menyusun kurikulum dari usia dini hingga senior agar jalur pembinaan pemain muda lebih jelas.
Selain itu, ia juga diminta memperkuat sistem lisensi pelatih agar sesuai standar internasional.
Alexander Zwiers juga harus menyelaraskan piramida tim nasional demi memperkuat prestasi jangka panjang.
Salah satu target utamanya adalah memperbarui cetak biru sepak bola Indonesia menuju 2045.
Dalam periode 100 hari pertamanya di PSSI 2025, Zwiers sudah menyiapkan rencana cepat.
Langkah awal yang akan ia lakukan adalah melakukan audit program pembinaan pemain di seluruh Indonesia.
Ia juga akan mendata pelatih, merevisi kurikulum, hingga menyiapkan quick win untuk timnas kelompok umur.
Strategi ini diyakini menjadi pondasi penting untuk mengukur kinerja awal Alexander Zwiers.
Dengan pengalaman panjang di Eropa dan Asia, Zwiers dipandang mampu membawa perubahan nyata.
Masyarakat berharap Direktur Teknik PSSI ini bisa menghadirkan sistem yang modern dan terstruktur.
Jika berhasil, generasi emas sepak bola Indonesia di masa depan akan lebih terjamin.
Kehadirannya menjadi momentum penting untuk memperbaiki jalur pembinaan pemain muda yang selama ini dinilai belum optimal.
Langkah besar ini diharapkan membuat PSSI 2025 semakin siap menghadapi persaingan internasional.
Timeline Karier Alexander Zwiers
1990-an akhir – 2005: Membina akademi lokal di Belanda.
2005 – 2015: Pelatih dan koordinator teknis di akademi klub Belanda.
2015 – 2019: Konsultan KNVB untuk pengembangan akademi dan lisensi pelatih.
2019 – 2025: Direktur Teknik Jordan FA dengan prestasi Piala Dunia 2026 dan finalis Piala Asia 2023.
2025 – 2029: Direktur Teknik PSSI dengan kontrak empat tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Sering Terlihat Kesal, Allano Lima Tegaskan Bukan Pemain Tempramen
-
Klub dengan Semboyan Allah-Al-Watan Ini Bidik Juara Liga di 3 Negara Berbeda, Kok Bisa?
-
Pilar Jerman U-17 Ini Ternyata Bisa Bela Timnas Indonesia Tanpa Perlu Naturalisasi
-
Eliano Reijnders Tegaskan Persib Tak Boleh Terpeleset, Ada Persija dan Borneo Menekan
-
Gelandang Serang Arsenal: Kalau Saya Main untuk Timnas Indonesia, Itu Akan Sangat Bagus
-
Gagal Bela Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Antar Atalanta ke 16 Besar Liga Champions
-
Hadapi Madura United, Federico Barba Tegaskan Mentalitas Persib Bandung
-
Ole Romeny Melempem, 3 Mesin Gol Super League Ini Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
-
Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier