- Strategi bola mati Timnas Arab Saudi kini menjadi peringatan keras bagi lini pertahanan Indonesia.
- Nicolas Jover lahir di Berlin, Jerman, pada 28 Oktober 1981.
- Arab Saudi resmi menunjuk Nicolas Jover untuk memperkuat tim dalam menghadapi kualifikasi mendatang.
Suara.com - Nicolas Jover, si ahli bola mati Arsenal yang di rekrut Timnas Arab Saudi ternyata bukan orang biasa.
Menjelang laga Timnas Arab Saudi vs Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Green Falcons membuat gebrakan besar dengan mendatangkan Nicolas Jover.
Langkah Arab Saudi ini dilakukan sebagai persiapan matang menghadapi Indonesia dan Irak pada putaran penting kualifikasi zona Asia.
Strategi bola mati diyakini menjadi fokus utama karena Arab Saudi ingin memaksimalkan peluang sekecil apa pun.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin menarik karena duel Arab Saudi vs Indonesia akan menjadi salah satu laga penentu.
Timnas Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar dengan hadirnya pakar strategi bola mati tersebut.
Arab Saudi Rekrut Nicolas Jover
Arab Saudi resmi menunjuk Nicolas Jover untuk memperkuat tim dalam menghadapi kualifikasi mendatang.
Dikutip dari Riyadiya TV, bahwa Jover sudah bergabung dalam pemusatan latihan di Republik Ceko.
Baca Juga: Momen Hancurnya Kevin Diks Jadi Benteng Rapuh Borussia Moenchengladbach
“Pelatih spesialis set piece Arsenal, Nicolas Jover, kini menemani Timnas Arab Saudi dan akan mendampingi tim menghadapi Indonesia dan Irak,” tulis akun resmi @riyadiyatv.
Nama Jover semakin dikenal setelah sukses membangun strategi bola mati di beberapa klub Eropa.
Arab Saudi berharap keahliannya bisa menjadi senjata tambahan untuk laga krusial menghadapi Timnas Indonesia.
Jejak Karier Nicolas Jover
Nicolas Jover lahir di Berlin, Jerman, pada 28 Oktober 1981.
Ia memulai kariernya sebagai analis video di Montpellier sebelum menjadi spesialis bola mati di Brentford pada 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan