- Ada delapan negara yang tidak diakui oleh FIFA
- Salah satunya adalah Rusia
- Mereka tidak bisa ikut Piala Dunia
Suara.com - Di balik hingar bingar gelaran Piala Dunia, ternyata ada delapan negara yang tidak diakui FIFA dan tidak boleh mengikuti turnamen ini.
Piala Dunia menjadi turnamen paling bergengsi sepak bola, banyak negara yang berusaha keras bisa tampil di ajang ini, tak terkecuali Indonesia.
Namun, di saat banyak negara berlomba-lomba untuk bisa mencapai putaran final turnamen ini, ada sejumlah negara yang dilarang.
Larangan itu tidak serta merta diberikan, dengan kata lain ada penyebab yang membuat mereka tidak available ikut Piala Dunia.
Mulai dari masalah internal federasi hingga konflik yang masih berlanjut, lantas negara mana saja yang dilarang? berikut di antaranya.
Beberapa negara tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia karena tidak pernah menjadi anggota resmi FIFA atau salah satu konfederasi benuanya.
Negara yang Tidak Memenuhi Kriteria Keanggotaan FIFA:
1. Monako
Federasi Sepak Bola Monako tidak memiliki keanggotaan resmi di UEFA atau FFIA, sehingga hal tersebut menjadi masalah utama.
Baca Juga: Miliano Jonathans Percaya Diri Tatap Piala Dunia: Kita Benar-Benar Dekat
Monako belum bisa berpartisipasi di Piala Dunia, sampai mereka terdaftar sebagai anggota resmi konfederasi dan FIFA.
2. Vatikan
Vatikan memiliki tim nasional sepak bola tapi negara yang satu ini tidak berafiliasi dengan FIFA.
Tim nasional Vatikan tidak diakui secara resmi oleh FIFA, sehingga mereka tidak dapat ikut Piala Dunia.
3. Mikronesia
Negara kepulauan di Pasifik ini sebenarnya sudah berusaha mendapatkan pengakuan dari FIFA.
Berita Terkait
-
Miliano Jonathans Percaya Diri Tatap Piala Dunia: Kita Benar-Benar Dekat
-
Asnawi Bersinar di Liga Thailand, Kans Kembali ke Timnas Indonesia Masih Ada?
-
7 Abroad Timnas Indonesia Serentak Starter di Klub, Sinyal Positif Jelang Kualifikasi Piala Dunia?
-
Erick Thohir Akui Bakal Anak Emaskan Beberapa Cabor, Ada Sepak Bola?
-
FIFA Anggap Rangkap Jabatan Menpora-Ketum PSSI Erick Thohir Bukan Bentrok Kepentingan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey