- Facundo Garcés dan enam pemain lain dijatuhi sanksi FIFA berupa larangan bermain 12 bulan serta denda karena terbukti menggunakan dokumen naturalisasi palsu
- Deportivo Alavés langsung mencoret Garcés dari skuad utama dan menyatakan menghormati keputusan FIFA
- Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) membela diri dengan menyebut kasus ini terjadi akibat “kesalahan teknis administrasi”
Suara.com - Deportivo Alavés resmi mencoret sementara bek mereka, Facundo Garces, dari skuad utama menyusul sanksi yang dijatuhkan FIFA.
Keputusan ini diumumkan klub pada Senin (29/9/2025) melalui pernyataan resmi, setelah Komisi Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan kepada Garcés dan enam pemain lain terkait kasus pemalsuan dokumen naturalisasi di Malaysia.
Dalam pernyataannya, Alavés menegaskan menghormati keputusan otoritas sepak bola dunia.
"Sebagai konsekuensi dari sanksi yang dijatuhkan FIFA, Facundo Garcés untuk sementara waktu tidak akan masuk dalam tim hingga proses ini selesai. Klub sepenuhnya menghormati keputusan yang diambil oleh otoritas terkait dan berharap masalah ini bisa segera diselesaikan," tulis pihak klub seperti dikutip dari Eldesmarque
Kronologis Skandal Naturalisasi Malaysia
Kasus ini bermula dari partisipasi Garcés bersama enam pemain naturalisasi Malaysia pada laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam, 10 Juni lalu.
Setelah pertandingan tersebut, muncul laporan yang mempertanyakan keabsahan dokumen kewarganegaraan para pemain.
Hasil investigasi FIFA menyimpulkan adanya pelanggaran serius berupa pemalsuan dokumen resmi, yang berujung pada sanksi larangan bermain selama setahun dan denda sebesar 2.000 franc Swiss per pemain.
Tak hanya para pemain, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga ikut terkena imbas. FAM dijatuhi denda besar mencapai 350.000 franc Swiss sebagai bentuk tanggung jawab dalam kasus ini.
Meski demikian, FIFA masih memberikan ruang hukum. Para pemain yang terlibat diberi waktu 10 hari untuk mengajukan banding ke Komisi Banding FIFA apabila tidak menerima keputusan tersebut.
Baca Juga: Indonesia Disebut Biang Kerok Sanksi FIFA ke Malaysia, KOI: Jangan Aneh-aneh
Klaim Pembenaran dari FAM
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memberikan penjelasan terbaru terkait sanksi FIFA terhadap Facundo Garces dan tujuh pemain lain.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial, FAM mengaku menemukan “kesalahan teknis” dalam proses pendaftaran dokumen para pemain.
Kesalahan ini disebut berasal dari administrasi internal, bukan niat untuk memanipulasi data seperti tuduhan FIFA sebelumnya.
“Kami menemukan adanya kesalahan teknis dalam proses pengajuan dokumen yang dilakukan staf administrasi,” tulis FAM.
FAM menegaskan, seluruh pemain dan pihak federasi bertindak dengan itikad baik dan transparansi sepanjang proses tersebut.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Indonesia Disebut Biang Kerok Sanksi FIFA ke Malaysia, KOI: Jangan Aneh-aneh
-
CEO Timnas Malaysia: Kami Terkejut dengan Keputusan FIFA
-
AFC Konfirmasi Timnas Malaysia Selamat dari Sanksi FIFA, Kok Bisa?
-
Minus 7 Pemain Ilegal, Pelatih Malaysia Pusing Siapkan Strategi Lawan Laos
-
Tiga Pemain JDT Dilarang Tampil di Liga Malaysia Usai Sanksi FIFA
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil