- FIFA menemukan dokumen palsu terkait asal-usul tujuh pemain naturalisasi Malaysia, setelah hasil verifikasi menunjukkan data kakek-nenek mereka tidak berasal dari Malaysia.
- FAM didenda CHF350.000 (Rp1,8 miliar) dan setiap pemain dijatuhi denda serta larangan tampil 12 bulan di level internasional.
- FIFA menegaskan prinsip tanggung jawab mutlak berlaku, artinya kesalahan tetap dihukum meski tanpa niat menipu.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akhirnya mengungkap secara rinci alasan di balik sanksi terhadap Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya.
Dilansir dari BHarian, hasil penyelidikan menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam dokumen pendaftaran resmi pemain, terutama pada sijil kelahiran yang digunakan untuk proses naturalisasi.
Dalam laporan bertajuk “Notification of the Grounds of the Decision” bertanggal 6 Oktober 2025, Komite Disiplin FIFA menjelaskan bahwa hukuman tersebut dijatuhkan berdasarkan pelanggaran Pasal 22 Kode Disiplin FIFA, yang berkaitan dengan dugaan pemalsuan dan manipulasi dokumen resmi.
FIFA menemukan bahwa beberapa dokumen kelahiran yang diajukan FAM tidak sesuai dengan catatan resmi di negara asal keluarga para pemain.
Hasil verifikasi silang bersama otoritas pendaftaran publik di luar negeri mengonfirmasi bahwa individu yang diklaim sebagai kakek atau nenek pemain ternyata tidak dilahirkan di Malaysia, seperti yang tercantum dalam berkas yang diserahkan ke FIFA.
Dalam Lampiran 13 laporan resmi, FIFA menyebutkan asal-usul sebenarnya dari tujuh pemain tersebut, yakni:
Berikut ringkasannya:
- Nenek Gabriel Felipe Arrocha lahir di Santa Cruz de la Palma, Spanyol.
- Kakek Facundo Tomas Garces berasal dari Santa Fe de la Cruz, Argentina.
- Kakek Rodrigo Julian Holgado lahir di Buenos Aires, Argentina.
- Nenek Imanol Javier Machuca berasal dari Roldan, Argentina.
- Kakek Joao Vitor Brandao Figueiredo berasal dari Abre Campo, Brasil.
- Kakek Jon Irazabal Iraurgui lahir di Viscaya, Spanyol.
- Kakek Hector Alejandro Hevel Serrano lahir di The Hague, Belanda.
FIFA menegaskan bahwa semua informasi tersebut telah diverifikasi melalui pemeriksaan resmi, dan tidak ada bukti sahih yang menunjukkan adanya hubungan genealogis langsung dengan Malaysia.
Atas pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan sanksi berat berupa denda CHF350.000 (sekitar Rp1,8 miliar) kepada FAM. Sementara itu, masing-masing pemain dikenai denda CHF2.000 (sekitar Rp10 juta) dan skorsing selama 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola internasional.
Baca Juga: Patrick Kluivert Keluhkan Kedatangan Pemain Timnas Indonesia untuk TC Terlambat
FAM diberikan waktu 30 hari untuk melunasi denda, serta tiga hari untuk mengajukan banding ke Komite Banding FIFA.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi di kalangan publik Malaysia mengenai alasan sebenarnya di balik sanksi disiplin FIFA, yang sebelumnya sempat menjadi tanda tanya karena para pemain tersebut sudah beberapa kali memperkuat Harimau Malaya sejak Maret lalu.
Berita Terkait
-
Patrick Kluivert Keluhkan Kedatangan Pemain Timnas Indonesia untuk TC Terlambat
-
Pengamat Vietnam Prediksi Timnas Malaysia akan Dibanned dari Kompetisi Internasional
-
Pengamat Vietnam Sebut Ada Peran Uang Jutaan Dolar di Balik Skandal Naturaliasi Malaysia
-
Nasib Tragis Facundo Garces, Buang Peluang Jadi Bintang demi Proyek Naturalisasi Abal-Abal
-
Di Bawah Bayang-Bayang Sanksi FIFA, Skuat Terbaru Malaysia Kini Kembali ke 'Setelan Pabrik'
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?