Bola / Bola Indonesia
Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:23 WIB
Timnas Indonesia (AFC)
Baca 10 detik
  • Patrick Kluivert memiliki peluang besar membawa Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026 pertama sejak merdeka.

  • Performa dan Peringkat FIFA terbaru Timnas Indonesia jauh lebih unggul dari Arab Saudi dan Irak.

  • Skuad Garuda diperkuat pemain liga top Eropa yang dapat jadi kunci di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sebaliknya, Irak, yang berada di Peringkat FIFA tujuh Asia, hanya berhadapan dengan satu tim di atasnya, yaitu Korea Selatan, dan selalu dikalahkan oleh tim tersebut sepanjang babak ketiga.

Keunggulan Indonesia terlihat karena tim mampu mengalahkan tim-tim yang memiliki Peringkat FIFA di atas mereka, termasuk Arab Saudi yang selevel dengan Irak.

Keunggulan Data Performa Terbaru

Fakta menarik lainnya adalah catatan lima pertandingan terakhir Indonesia yang terlihat lebih menjanjikan dengan 4 kali menang dan 1 kali kalah.

Perbandingan ini kontras dengan Irak yang hanya meraih 1 kali menang, 1 kali seri, dan 3 kali kalah, bahkan sempat takluk dari Arab Saudi di Piala Teluk.

Indonesia juga memanfaatkan jeda kompetisi dengan menggelar dua laga persahabatan melawan Taiwan dan Lebanon, sementara Irak tidak mengadakan pertandingan pemanasan setelah putaran ketiga selesai.

Konsistensi Timnas Indonesia dalam meraih hasil positif, terutama melawan tim-tim berperingkat lebih tinggi, terlihat jelas karena Peringkat FIFA mereka melonjak dari 134 menjadi 119 dalam setahun terakhir.

Sementara itu, peringkat Arab Saudi asuhan Herve Renard justru stagnan di kisaran 58-59, dan mereka hanya memetik dua kemenangan dari laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sejak dikalahkan Indonesia pada 19 November 2024.

Catatan lima laga terakhir Arab Saudi juga kurang mengesankan: sekali menang, dua kali seri, dan dua kali kalah, termasuk hasil seri 1-1 melawan Trinidad & Tobago, tim berperingkat 102, di Piala Emas Concacaf.

Baca Juga: Penuh Drama Bak Jumpalitan, Perjalanan Timnas Indonesia ke Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Semua data ini menjadi alasan kuat bagi Timnas Indonesia untuk optimis dapat berbuat banyak saat kembali bersua Arab Saudi dan Irak di babak krusial ini.

Arab Saudi bahkan gagal mengalahkan Indonesia dalam dua pertemuan terakhir, termasuk sekali kekalahan, padahal mereka hampir selalu menang dalam 12 pertemuan sebelumnya.

Jika Saudi saja bisa dikalahkan oleh tim asuhan Patrick Kluivert, muncul keyakinan bahwa Irak juga bisa merasakan nasib yang sama seperti yang dialami Saudi pada kekalahan 2-0 di Gelora Bung Karno.

Faktor Materi Pemain Eropa

Faktor determinan lain yang memperkuat keyakinan adalah kualitas materi pemain Timnas Indonesia.

Saat ini, skuad Garuda diperkuat oleh pemain-pemain yang berkompetisi di tujuh dari sebelas liga sepak bola terkemuka di dunia, meliputi Serie A Italia, Bundesliga Jerman, Ligue 1 Prancis, Pro League Belgia, Liga Championship Inggris, MLS Amerika Serikat, dan Eredivisie Belanda.

Setidaknya ada sepuluh pemain yang merumput di liga-liga elite tersebut, termasuk Jay Idzes di Sassuolo (Serie A) dan Calvin Verdonk di Lille (Ligue 1).

Klub mereka saat ini tengah bersaing di papan tengah klasemen, hanya terpaut beberapa poin dari puncak, menunjukkan kualitas kompetisi yang mereka hadapi.

Empat pemain lainnya memperkuat tim-tim papan tengah Eredivisie, seperti Justin Hubner di Fortuna Sittard dan Dean James di Go Ahead Eagles.

Keberadaan pemain-pemain inti Liga Indonesia, seperti Rizky Ridho, dan Liga Thailand yang sudah lama bermain bersama juga menunjang kekompakan tim secara keseluruhan.

Pengalaman bermain di iklim kompetitif Eropa yang dibawa oleh para pemain ini diharapkan dapat ditularkan di lapangan, membuat tiket Piala Dunia 2026 menjadi target yang realistis.

Skuad Patrick Kluivert akan melawan dua tim yang sebagian besar pemainnya berasal dari liga domestik, meskipun pamor Saudi Pro League kini mulai naik daun.

Namun, kewaspadaan tetap wajib dijaga, tidak hanya terhadap muka lama seperti Aymen Hussein di Irak, tetapi juga pemain baru seperti Marwan Al Sahafi dan Saud Abdulhamid di skuad Saudi.

Di kubu Irak, selain bek Frans Putros (Persib), perlu diwaspadai pula Zidane Iqbal, mantan gelandang Manchester United yang kini menjadi rekan setim Miliano Jonathans di Utrecht.

Mentalitas underdog harus dipegang teguh oleh pemain Timnas Indonesia di bawah arahan Patrick Kluivert, apalagi jika mereka mampu mencetak gol lebih dulu, yang bisa menjadi momentum emas untuk mengendalikan permainan.

Potensi lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 bukan sekadar impian, melainkan sebuah peluang emas yang didukung oleh data performa dan kualitas skuad, yang berpotensi membawa Garuda terbang tinggi.

Load More