- Bali United fokus latihan intensif.
- Persijap Jepara dinilai lawan tangguh.
- Pertandingan diprediksi berlangsung ketat.
Suara.com - Bali United memutuskan untuk tetap menjalani program latihan ketat meski kompetisi sedang memasuki jeda.
Keputusan ini diambil agar kebugaran fisik pemain tidak menurun dan tim bisa tampil maksimal pada pertandingan berikutnya.
“Kami fokus pada persiapan pada laga berikutnya melawan Persijap Jepara,” kata Asisten Pelatih Bali United Jeffrey Talan di Gianyar, Bali, Kamis.
Skuad Serdadu Tridatu melaksanakan latihan intensif selama dua pekan penuh dengan hanya memberikan waktu libur sehari bagi pemain.
Jadwal latihan dijalankan di Lapangan Pemusatan Latihan Pantai Purnama Gianyar dengan porsi satu hingga dua sesi setiap harinya.
Latihan Intensif Jelang Laga Penting
Uji coba melawan Perseden Denpasar yang merupakan klub Liga 3 Bali telah digelar pada Jumat (3/10) dengan kemenangan 4-1.
Pertandingan tersebut menjadi ajang mengukur kesiapan pemain sekaligus bahan evaluasi untuk menghadapi lawan yang lebih kuat.
Jeffrey Talan menegaskan bahwa tim hanya akan diliburkan pada Jumat (10/10) sebelum kembali berlatih di hari Senin.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Semen Padang Vs Bali United
Program latihan itu dirancang agar pemain tetap bugar dan siap meladeni Persijap Jepara yang dinilai memiliki kualitas seimbang.
Sebagai catatan, Persijap merupakan tim promosi yang tetap mampu memberikan perlawanan solid sepanjang kompetisi berlangsung.
Peran Jeffrey Talan dan Staf Pelatih
Selama sepekan terakhir, Jeffrey Talan mengambil alih komando latihan karena pelatih kepala Johnny Jansen sedang pulang ke Belanda.
Pengalaman Talan sebagai asisten pelatih timnas Belanda U-21 membuat program latihan berjalan disiplin dan terstruktur.
Ia mendapat dukungan dari Ronni Pander, Gde Mahatma Dharma, serta jajaran kepelatihan lain untuk menjaga konsistensi tim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey