- Manchester United berencana membangun stadion baru berkapasitas 100 ribu penonton
- Untuk membantu pembiayaan proyek yang bernilai miliaran poundsterling, klub memperkenalkan konsep inovatif
- Langkah ini menunjukkan inovasi finansial United yang mengadopsi model bisnis ala Amerika
Suara.com - Raksasa Liga Inggris, Manchester United, tengah mempersiapkan langkah besar untuk pembangunan stadion baru yang dikabarkan akan menampung hingga 100 ribu penonton.
Namun, proyek ambisius ini tentu membutuhkan dana sangat besar.
Menurut laporan The Athletic, klub berjuluk Setan Merah itu kini menemukan sumber pemasukan baru yang belum lazim di Eropa, penjualan hak kursi.
Konsep “hak kursi” ini sudah lama populer di Amerika Serikat, namun masih jarang diterapkan di sepak bola Eropa.
Ide dasarnya sederhana: suporter membayar sejumlah uang untuk mendapatkan jaminan hak membeli tiket di kursi tertentu.
Dengan kata lain, mereka tidak otomatis mendapat tiket pertandingan, tetapi memiliki prioritas eksklusif untuk membelinya setiap musim.
Bagi Manchester United, sistem ini bisa menjadi solusi untuk menambah pendapatan tanpa harus menaikkan harga tiket secara drastis.
Menurut The Athletic, rencana tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di area premium atau kursi VIP di stadion baru. Untuk area penonton reguler, suporter masih bisa membeli season ticket seperti biasa.
Kabar ini muncul di tengah rencana besar United yang ingin meninggalkan Old Trafford, stadion legendaris berkapasitas 75 ribu penonton yang telah menjadi rumah mereka sejak 1910.
Baca Juga: 3 Pemain Manchester United Siap Angkat Kaki! Kobbie Mainoo Jadi Korban Ketatnya Persaingan
Dalam beberapa tahun terakhir, Old Trafford kerap dikritik karena kondisinya yang menurun — mulai dari atap bocor, fasilitas usang, hingga laporan adanya tikus di area stadion.
Dengan stadion baru berkapasitas 100 ribu, United ingin mengembalikan kejayaan “Theatre of Dreams” dalam versi modern.
Namun, proyek tersebut diperkirakan menelan biaya miliaran poundsterling, sehingga klub membutuhkan sumber pemasukan tambahan di luar sponsor dan tiket pertandingan biasa.
Sistem “hak kursi” ini diharapkan dapat membantu menutup sebagian biaya pembangunan, sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan para suporter yang bersedia membayar lebih untuk mendapatkan hak eksklusif.
Meskipun belum ada keputusan resmi, ide ini menandai langkah inovatif Manchester United dalam mengadopsi model bisnis ala Amerika.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
3 Pemain Manchester United Siap Angkat Kaki! Kobbie Mainoo Jadi Korban Ketatnya Persaingan
-
Antony Tolak Bayern Munich, Pilih Real Betis! Liverpool Jadi Korban, Kok Bisa?
-
Waktunya Pergi, Pep! Orang Terdekat Desak Guardiola Tinggalkan Manchester City
-
Roy Keane Ngebet Musuh David Beckham Jadi Pengganti Amorim di Manchester United
-
Cerita Viktor Gyokeres Lebih Pilih Arsenal daripada Uang Rp1,3 T Manchester United
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Coach Timo dan Jacksen F. Tiago Turun Gunung Cari Bakat Sepak Bola Putri di Women's Soccer Trilogy
-
John Herdman Pasang Misi Besar! Timnas Indonesia Harus Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
-
Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0