- Juve saat ini belum menemukan suksesor Tudor, sehingga untuk pertandingan melawan Udinese pada Kamis (30/10/2025).
- Tudor, mulai melatih Bianconerri sejak Maret 2025. Saat itu ia menggantikan Thiago Motta sebelum musim 2024/2025 berakhir.
- Pada musim ini, Tudor telah melatih Juventus dalam 11 pertandingan, dengan rincian delapan pertandingan Liga Italia dan tiga pertandingan di Liga Champions.
Suara.com - Juventus resmi memecat Pelatih Igor Tudor dan tiga orang stafnya pada Senin (27/10/2025).
Langkah itu diambil setelah klub asal Turin itu gagal memulai Liga Italia dan Liga Champions musim 2025/2026 dengan penampilan meyakinkan.
"Juventus FC mengumumkan bahwa pada hari ini klub telah memberhentikan Igor Tudor dari jabatannya sebagai pelatih tim utama putra, beserta stafnya yang terdiri dari Ivan Javorcic, Tomislav Rogic, dan Riccardo Ragnacci," demikian pernyataan klub dikutip dari laman resmi Juventus.
“Klub mengucapkan terima kasih kepada Igor Tudor dan seluruh stafnya atas profesionalisme serta dedikasi yang telah ditunjukkan selama beberapa bulan terakhir.
"(Dan) mendoakan yang terbaik bagi karier mereka di masa depan,” lanjut pernyataan itu.
Juve saat ini belum menemukan suksesor Tudor, sehingga untuk pertandingan melawan Udinese pada Kamis (30/10/2025) posisi pelatih akan diisi oleh Massimo Brambilla.
Mantan pemain Juve, Tudor, mulai melatih Bianconerri sejak Maret 2025. Saat itu ia menggantikan Thiago Motta sebelum musim 2024/2025 berakhir.
Pada musim ini, Tudor telah melatih Juventus dalam 11 pertandingan, dengan rincian delapan pertandingan Liga Italia dan tiga pertandingan di Liga Champions.
Namun, catatan kepelatihan Tudor di Juve ternyata begitu buruk. Kemenangan gagal didapatkan Juventus dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Baca Juga: Cedera Parah Hantam Inter Milan: Mkhitaryan Terancam Absen 6 Pekan, Kondisi Marcus Thuram?
Mereka kemudian terpuruk di posisi kedelapan klasemen sementara Liga Italia, dengan koleksi 12 poin.
Bahkan pada tiga laga terakhirnya, Juventus selalu menelan kekalahan. Dimulai dari kalah 0-2 dari Como, kalah 0-1 dari Real Madrid di Liga Champions, dan puncaknya kekalahan 0-1 dari Lazio.
Tudor sempat menyatakan tidak terlalu memikirkan masa depannya di Juventus setelah dikalahkan Lazio. Namun manajemen Si Nyonya Tua lantas mengambil langkah tegas untuk menghentikan masa kerja mantan bek tengah itu. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Barcelona Ubah Total Rencana Transfer Rashford, Manchester United Dibuat Kaget
-
FIFA Guyur Rp14 Triliun untuk Piala Dunia 2026, Negara Peserta Ketiban Durian Runtuh
-
Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
-
Drama 9 Gol PSG Bungkam Bayern, Disebut Semifinal Liga Champions Paling Gila Abad Ini
-
Harry Kane Cs Digebuk 4-5, Bos Bayern Munich: Selebrasi Pemain PSG Lebay
-
PGS vs Bayern Munich Berakhir dengan 9 Gol, Seedorf Jagokan Arsenal Juara Liga Champions
-
Terasing di Tribun, Vincent Kompany Frustrasi Lihat Bayern Munich Dihajar PSG
-
Luis Enrique: PSG vs Bayern Laga Terbaik Saya Sebagai Pelatih!
-
Hasil Liga Champions: Paris Saint-Germain Bungkam Bayern Munich 5-4 di Parc des Princes
-
Poin Persib Bandung Sama dengan Borneo FC, Beckham Putra Buka Suara