-
Tijjani Reijnders gagal total di posisi jangkar; statistik duelnya nol.
-
Savinho kehilangan bola 18 kali, membuat Guardiola dilema besar.
-
Dua pemain City terancam dicoret karena performa di bawah standar.
Suara.com - Era tak terkalahkan Manchester City di kancah Liga Primer Inggris terpaksa berakhir secara menyakitkan di kandang Aston Villa akhir pekan lalu.
Skor tipis 0-1 menjadi penanda bahwa skuad asuhan Pep Guardiola ternyata memiliki celah yang dapat dieksploitasi tim lawan.
Lebih dari sekadar hasil, pertandingan tersebut menyoroti performa beberapa individu yang dinilai tampil jauh di bawah standar klub.
Sorotan tajam tertuju pada Tijjani Reijnders, pemain yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi dari klub Serie A, AC Milan.
Kedatangan pemain berdarah Indonesia ini diharapkan mampu mengisi kekosongan kreativitas manakala Kevin De Bruyne atau Rodri absen.
Reijnders, yang diboyong dengan mahar fantastis mencapai £46,5 juta, gagal memberikan kontribusi signifikan di Villa Park.
Pemain tersebut diposisikan sebagai gelandang bertahan, sebuah peran yang terbukti tidak mampu diembannya dengan baik saat itu.
Berdasarkan data komprehensif dari Sofascore, Reijnders mencatat statistik pertarungan yang sangat memprihatinkan.
Ia sama sekali tidak memenangkan satu pun duel fisik melawan pemain lawan, terbukti dari angka nol keberhasilan dari tujuh percobaan.
Baca Juga: Nasib Pemain Keturunan Indonesia Berbandrol Rp596 M Usai Aston Villa Gebuk Man City
Kemampuan bertahan sang gelandang juga dipertanyakan karena ia gagal melakukan satu pun tekel sukses selama berada di lapangan.
Dalam aspek pemulihan bola, kakak dari Eliano Reijnders ini hanya mampu mencatatkan dua kali keberhasilan, sebuah angka yang minim.
Kinerjanya semakin terlihat kontras jika dibandingkan dengan gelandang dominan Aston Villa, Amadou Onana.
Onana sukses menunjukkan kelasnya sebagai gelandang tengah yang kokoh dengan raihan enam kemenangan duel.
Tak hanya itu, Onana juga berhasil mencatatkan dua tekel sukses yang vital dalam mematahkan serangan The Citizens.
Para pengamat pun langsung memberikan penilaian kritis terhadap adaptasi Reijnders di peran barunya yang sulit tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti