- Nama Juan Carlos Osorio dikenal publik dunia sebagai pelatih Meksiko di Piala Dunia 2018 Rusia.
- Berbeda dengan mayoritas pelatih di turnamen tersebut, Osorio bukan mantan pemain top.
- Osorio lahir di Santa Rosa de Cabal, Kolombia. Sejak muda, ia bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Suara.com - PSSI dikabarkan mendapat sejumlah nama pelatih kelas wahid oleh seorang agen untuk menjadi kandidat pelatih Timnas Indonesia.
Mengutip dari cuitan akun X jurnalis senior, Mohammed Ali Mahrus, ia mendapatkan chat dari orang dalam PSSI bahwa ada agen yang menawari sejumlah nama pelatih besar untuk jadi pelatih Timnas Indonesia.
Salah satu nama yang dirumorkan ialah mantan tukang bangunan Juan Carlos Osorio.
Siapa Juan Carlos Osorio dan seperti apa karier kepelatihannya?
Nama Juan Carlos Osorio dikenal publik dunia sebagai pelatih Meksiko di Piala Dunia 2018 Rusia.
Berbeda dengan mayoritas pelatih di turnamen tersebut, Osorio bukan mantan pemain top.
Ia berhenti bermain di usia 24 tahun dan berjuang keras meniti karier lewat jalur akademik, kerja keras, serta keberanian menembus lintas benua.
Osorio lahir di Santa Rosa de Cabal, Kolombia. Sejak muda, ia bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Ia sempat bermain untuk Deportivo Pereira, namun kariernya terhenti akibat minimnya kesempatan bermain di tengah banyaknya pemain asing di liga Kolombia pada era 1980-an.
Baca Juga: Jay Idzes Curhat Merasa Bertanggung Jawab Sebagai Kapten Timnas Indonesia, Kenapa?
“Saya tidak pernah mendapat kesempatan yang layak. Itu sebabnya kini saya selalu berusaha memberi kesempatan bagi setiap pemain,” ujar Osorio dalam wawancara dengan ESPN.
Di usia 24 tahun, Osorio meninggalkan negaranya untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat lewat program pertukaran pelajar.
Namun setelah visanya habis, ia memutuskan bertahan secara ilegal di New York, bekerja sebagai tukang bangunan dan restoran sambil bermain sepak bola amatir demi mengumpulkan uang kuliah.
Setelah bertahun-tahun bekerja keras, ia akhirnya berhasil menempuh pendidikan di Southern Connecticut State University, mengambil jurusan ilmu olahraga.
Tahun 1997 menjadi titik balik penting. Osorio menjual mobil dan perhiasan kekasihnya demi membiayai studi lanjutan di Liverpool John Moores University, tempat ia mempelajari ilmu sains olahraga dan sepak bola modern.
Ketekunan itu berbuah manis ketika pada 2001, ia direkrut menjadi pelatih kebugaran Manchester City di bawah asuhan Kevin Keegan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Drama 8 Gol di Indonesia Arena, Timnas Futsal Indonesia Segel Tiket Perempat Final
-
Kabar Baik dari Mauro Zijlstra, Cetak Gol dan Asis di Volendam
-
Tak Punya Pembelaan, Jan Oblak Persilahkan Fans Kritik Atletico Madrid usai Kalah dari Bodo/Glimt
-
Satu Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Susul Maarten Paes ke Ajax Amsterdam
-
Liam Rosenior Bongkar Jurus Chelsea Benamkan Napoli di Stadion Diego Maradona
-
Pep Guardiola Cetak Sejarah usai Man City Gilas Galatasaray, Apa Itu?
-
Sundulan Maut Robek Gawang Real Madrid, Anatoliy Trubin: Tiba-tiba Saya Disuruh Maju
-
3 Pemain Timnas Indonesia Cedera Jelang Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Dominasi Inggris di Liga Champions: 5 Tim Premier League Lolos, Juara Bertahan Lalui Playoff
-
Tak Ada Perlakuan Istimewa, Bojan Hodak Peringatkan Layvin Kurzawa