-
Jay Idzes pimpin Sassuolo menang 2-1 atas Cagliari.
-
Media Italia beri rating 6,5, tertinggi di antara bek Sassuolo.
-
Kemenangan ini membawa Sassuolo naik ke peringkat 10 Serie A.
Suara.com - Jay Idzes, bek tengah berusia 25 tahun yang juga menjabat kapten Timnas Indonesia, berhasil mencuri perhatian media di Italia berkat performa cemerlangnya.
Ia memegang peranan vital ketika klubnya, Sassuolo, sukses meraih poin penuh saat bertandang ke markas Cagliari dalam lanjutan kompetisi Serie A.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Unipol Domus pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025 WIB, Sassuolo unggul tipis 2-1, berkat kontribusi penampilan Idzes yang sangat meyakinkan di lini pertahanan.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Jay Idzes untuk membuktikan kemampuannya sejak menit awal, dipercaya untuk menjadi palang pintu utama I Neroverdi.
Duetnya bersama Sebastian Walukiewicz di pusat pertahanan sukses meredam pergerakan para penyerang tim tuan rumah sepanjang jalannya pertandingan.
Alhasil, babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0 karena Cagliari kesulitan besar untuk menembus lini pertahanan Sassuolo yang sangat terorganisir.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Alessio Dionisi menunjukkan inisiatif serangan yang lebih tajam dan agresif.
Upaya keras mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54, saat Armand Lauriente dengan indah mengeksekusi tendangan bebas yang tak mampu dijangkau oleh kiper Cagliari, Elia Caprile, mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol memacu Gli Isolani untuk meningkatkan intensitas permainan mereka, menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui Sebastiano Esposito dan Gennaro Borrelli.
Baca Juga: Statistik Solid Jay Idzes saat Bantu Sassuolo Hajar Cagliari
Namun, semua serangan Cagliari dipatahkan oleh kedisiplinan dan penampilan Jay Idzes serta para rekan setimnya di barisan belakang.
Bek asal Indonesia tersebut tampil superior dalam memenangkan duel udara, menunjukkan pembacaan arah bola yang brilian, dan berulang kali melakukan intersepsi krusial untuk menghentikan ancaman serius Cagliari.
Saat tuan rumah sibuk menyerang untuk mencari gol penyama, Sassuolo justru berhasil menggandakan keunggulan mereka.
Gol kedua Sassuolo tercipta di menit ke-73, dicetak oleh Andrea Pinamonti yang memanfaatkan umpan matang dari Cristian Volpato, membuat skor berubah menjadi 2-0.
Meskipun merasa frustrasi, tim tuan rumah tidak menyerah dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Sebastiano Esposito pada menit ke-79.
Sayangnya, gol tersebut menjadi satu-satunya yang mampu dicetak oleh Cagliari malam itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Thomas Tuchel dan 'Misi Mustahil' Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA