-
Persija pindah kandang ke Solo hadapi PSBS Biak akibat rumput JIS rusak.
-
Pelatih Souza ikhlas dan fokus raih tiga poin di Stadion Manahan.
-
Persija di posisi kedua klasemen, wajib menang kejar Borneo FC.
Suara.com - Skuad Macan Kemayoran harus mengalihkan laga kandang BRI Super League 2025/2026 mereka saat menjamu PSBS Biak.
Pertandingan yang seharusnya digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat (31/10) ini, dipindahkan ke Stadion Manahan Solo.
Keputusan ini diambil menyusul kondisi rumput JIS yang masih dalam tahap pemulihan pasca digunakan untuk konser musik NCT Dream pada September lalu.
Situasi ini menjadikan Persija harus kembali menjadi "tim musafir" untuk sementara waktu.
Kendati demikian, pelatih kepala Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyatakan penerimaannya terhadap keputusan ini.
Pelatih asal Brasil ini menekankan bahwa fokus timnya tetap pada pencapaian target di liga.
Souza mengakui bahwa bermain di luar ibukota bukanlah skenario ideal bagi timnya.
"Tentu saja kami ingin bermain di Jakarta, di stadion kami," ujar Souza.
"Namun kami tahu bahwa ada proses renovasi di dalam stadion kita, di Jakarta, jadi tidak bisa main di sana," lanjutnya.
Baca Juga: Beckham Sebut Empat Kemenangan Beruntun Jadi Modal Persib Bandung Hadapi Bali United
Fokus utama sang pelatih adalah memetik poin penuh dari pertandingan krusial melawan PSBS Biak.
Tekanan meraih kemenangan tetap tinggi, bahkan ketika tim tidak bermain di hadapan publik Jakarta.
Souza menegaskan bahwa tujuan tim di kompetisi ini tidak berubah.
"Namun kami tahu bahwa kami harus memikirkan tiga poin, dan kami harus memikirkan tiga poin dengan serius, meskipun tidak bermain di kandang sendiri, kami memiliki tujuan di dalam kompetisi ini," tuturnya.
Kondisi ini menuntut adaptasi cepat dari seluruh punggawa Persija.
Mereka harus mengubah pola pikir bertanding tanpa dukungan penuh dari Jakmania di stadion kebanggaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis