-
Sassuolo kalah 1-2 dari Genoa secara dramatis akibat kesalahan lini belakang di menit akhir.
-
Fabio Grosso menyoroti buruknya performa pertahanan, termasuk Jay Idzes yang kalah duel udara.
-
Grosso berharap kekalahan ini jadi pelajaran penting bagi tim untuk meningkatkan performa ke depan.
Suara.com - Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso tak bisa menyembunyikan amarahnya usai timnya dipaksa menyerah 1-2 secara dramatis oleh tim papan bawah Genoa di Stadion Mapei, Selasa (4/11/2025) dini hari WIB.
Ia secara terbuka menyoroti buruknya performa lini pertahanan, termasuk bek Timnas Indonesia Jay Idzes sebagai biang keladi dari hasil memalukan ini.
Menurut Grosso, kekalahan ini murni disebabkan oleh kesalahan para pemainnya sendiri yang tampil di bawah standar.
Juru taktik asal Italia ini menyebut timnya bermain tanpa intensitas dan melakukan serangkaian blunder yang membuka jalan bagi lawan untuk mencuri poin.
"Di liga ini, jika Anda tidak tampil maksimal maka Anda akan mendapat kesulitan dan kehilangan poin," ucap Grosso di laman resmi klub.
"Hari ini kami menggunakan pendekatan yang salah. Kami bermain dangkal, kalah dalam duel, salah mengantisipasi jarak, dan memberi mereka banyak peluang," tambahnya menguliti masalah teknis timnya.
Sassuolo sebenarnya sempat bangkit. Setelah tertinggal oleh gol roket Ruslan Malinovskyi, Domenico Berardi berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua.
Namun, momentum itu sia-sia. Petaka bagi Sassuolo datang di masa injury time.
Berawal dari situasi tendangan bebas, lini pertahanan Sassuolo gagal melakukan antisipasi dengan baik.
Baca Juga: Media Eropa Shock Nonton Jay Idzes Hajar Cagliari
Jay Idzes dinilai kalah dalam duel udara krusial, yang memungkinkan Leo Ostigard menanduk bola dengan leluasa untuk memastikan kemenangan Genoa.
"Di awal babak kedua, kami bermain lebih baik dan berhasil cetak gol dan semestinya bisa unggul melalui Thorstvedt. Kami mendominasi penguasaan bola, tetapi di menit-menit akhir kami merugikan diri sendiri dengan kesalahan yang harus dibayar mahal," kata Grosso.
"Inilah sepak bola. Saya harap pertandingan ini akan memberi kami pengalaman untuk memahami kompetisi seperti apa yang sedang kami hadapi," tuturnya.
Meski sangat kecewa, Grosso berharap kekalahan menyakitkan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi para pemainnya untuk segera berbenah dan meningkatkan level permainan mereka.
"Pertandingan ini meninggalkan rasa pahit dan pelajaran berharga untuk terus berkembang dan meningkatkan diri," tutupnya.
Berita Terkait
-
Genoa Kalahkan Sassuolo 2-1, Berapa Rating Jay Idzes?
-
Kecolongan di Menit Akhir, Jay Idzes Cs Tumbang 1-2 dari Genoa
-
Patrick Vieira Dipecat Genoa, Mario Balotelli: Karma Itu Nyata!
-
Trio Garuda Tampil Ganas di Eropa: Emil Audero Clean Sheet, Idzes Tangguh, Nathan Cetak Gol!
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini 1-4 November 2025: Siap-siap Jay Idzes Hadapi Genoa
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Persija Punya Modal Berharga Buat Bongkar Pertahanan Persib Bandung